Friday, March 2, 2012

Keep It NBA: Piala Pertengahan Musim (Midseason Awards)

By Ichank Nasution, KeepItNBA contributor



Musim NBA sudah memasuki paruh kedua setelah berakhirnya pertandingan All-Star.  Keep It NBA akan menganalisa pemain yang hingga pertengahan musim pantas memenangkan penghargaan-penghargaan individu yang akan dipersembahkan di akhir musim.  Selain itu, juga kami sebutkan calon-calon terbaik berikutnya serta kandidat lainnya yang mungkin memiliki peluang mengejar ketinggalan dalam memenangkan piala tersebut.

Sebagian besar analisa didukung oleh statistik, baik statistik dasar maupun advanced.  Untuk penjelasan lebih lanjut mengenai setiap kategori statistik yang disebutkan, dapat dilihat di bagian paling bawah.  Seluruh statistik berdasarkan statistik dari awal musim hingga waktu jeda All-Star.

Most Valuable Player (Pemain Paling Berharga)

LeBron James, SF, Miami Heat
Statistik:  27.4 ppg, 8.1 rpg, 6.8 apg, 1.8 spg, 0.7 bpg, 0.8, 3pg, 0.547 FG%, 0.773 FT%, 3.6 TO/g, PER 32.3
Rekor Tim: 27-7, peringkat ke-1 Wilayah Timur
Komentar:
Sejak awal hingga paruh musim, LeBron James bermain luar biasa dan mampu mengangkat Miami Heat mencapai posisi teratas Wilayah Timur meskipun rekan bintangnya, Dwyane Wade, sempat absen karena cedera selama 8 pertandingan.  Keunggulan mantan pemenang MVP 2 kali ini atas kandidat MVP terdekatnya yaitu Kevin Durant dilihat dari statistik advanced antara lain win shares (8.4 vs. 6.8), defensive rating (97.1 vs. 100), dan rating PER (PER 32.3 vs. 27.4). 

Alasan terkuat James pantas mendapatkan MVP terletak pada nilai PER-nya.  Rating PER James yang melebihi nilai 32 belum pernah dilakukan sebelumnya dalam sejarah NBA oleh pemain yang bermain secara reguler.  Dengan prestasi individu baik dari sisi offense maupun defense serta kesuksesan timnya, sulit untuk memberikan piala MVP pertengahan musim ini kepada pemain selain LeBron James.

Runner-up MVP :
Kevin Durant, SF, Oklahoma City Thunder
Statistik: 27.9 ppg, 8.1 rpg, 3.4 apg, 1.4 spg, 1.2 bpg, 1.7 3pg, 0.513 FG%, 0.836 FT%, 3.7 TO/g, PER 27.4
Rekor Tim: 27-7, peringkat ke-1 Wilayah Barat
Komentar:
Kevin Durant sangat berhak mendapatkan MVP pertengahan musim berdasarkan prestasi individu dan timnya sejauh ini, hanya saja LeBron secara keseluruhan lebih pantas menerima MVP, meskipun cukup tipis perbedaannya. Pendukung Durant akan mengatakan salah satu keunggulan yang dimiliki Durant adalah dia lebih clutch dibandingkan LeBron.  Pada saat pertandingan memasuki saat-saat yang kritis Durant lebih bersinar dan statistikpun menyatakan demikian. Dalam situasi pada quarter ke-4, akhir pertandingan di bawah 5 menit dan selisih pertandingan di bawah 5 angka, Durant adalah pemain ke-2 terbaik dgn perolehan sebanyak 55.9 poin per 48 menit dibandingkan LeBron yang hanya mencetak 32.6 poin per 48 menit.  Selebihnya, Durant berhasil memperoleh persentase field goal 43.1%, free throw 94% dan 4.0 turnover dibandingkan dengan LeBron yang mencatat persentase field goal 33.3%, free throw 70%  dan sebanyak 6.3 turnover. 

Meskipun demikian, LeBron unggul jauh di atas Durant sebagai fasilitator (6.8 vs. 3.4 assist) dan dalam situasi clutch seperti diatas, memperoleh 14.7 assist per 48 menit dibandingkan Durant yang hanya memperoleh 1.6 assist. Walaupun James bermain sangat luar biasa, Durant masih memiliki peluang untuk mengejar LeBron dan memenangkan MVP pertamanya di akhir musim.

Derrick Rose, PG, Chicago Bulls
Statistik: 21.8 ppg, 3.4 rpg, 7.7 apg, 0.8 spg, 0.7 bpg, 1.4 3pg, 0.461 FG%, 0.821 FT%, 2.9 topg, PER 24.4
Rekor Tim: 27-8, peringkat ke-2 Wilayah Timur
Komentar:
Posisi Rose masih dibawah LeBron James dan Kevin Durant, walau dari sisi kesuksesan tim dan prestasi individunya, Rose cukup pantas sebagai kandidat MVP. Alasan utama mengapa Rose bukanlah kandidat utama adalah karena dia absen sebanyak 10 pertandingan karena cedera.  Di dalam 10 pertandingan tanpa Rose tersebut rekor menang-kalah Bulls tetap bagus, yaitu 7-3.  Sekalipun begitu, MVP musim lalu ini masih memiliki peluang untuk mempertahankan piala MVPnya di akhir musim.

Kandidat MVP lainnya :
Chris Paul, PG, Los Angeles Clippers
Statistik: 19.2 ppg, 3.6 rpg, 8.6 apg, 2.3 spg, 0.0 bpg, 1.4 3pg, 0.488 FG%, 0.865 FT%, 2.3 topg, PER 26.3
Rekor Tim: 20-11, peringkat ke-3 Wilayah Barat
Komentar:
Clippers menjadi relevan kembali untuk diperbincangkan NBA semenjak masuknya Chris Paul yang berperan besar dalam menjelma Clippers menjadi salah satu tim terbaik di Wilayah Barat.

Kobe Bryant, SG, Los Angeles Lakers
Statistik: 28.4 ppg, 5.8 rpg, 4.9 apg, 1.3 spg, 0.3 bpg, 1.4 3pg, 0.435 FG%, 0.828 FT%, 3.9 topg, PER 23.6
Rekor Tim: 20-14, peringkat ke-5 Wilayah Barat
Komentar:
Setiap tahun Kobe selalu masuk ke dalam perbincangan sebagai MVP, terutama dengan peningkatan ketergantungan Lakers terhadap offense individunya Kobe di musim ini.


Rookie of the Year (Pemain Terbaru Terbaik)

Kyrie Irving, PG, Cleveland Cavaliers
Statistik: 18.1 ppg, 3.5 rpg, 5.1 apg, 0.8 spg, 0.6 bpg, 1.2 3pg, 0.476 FG%, 0.857 FT%, 3.1 topg, PER 20.7
Komentar:
Penampilan primanya pada pertandingan Rising Stars pada akhir pekan All-Star dimana Irving meraih MVP, makin memperkokoh posisinya sebagai rookie terbaik sampai pada paruh musim ini.   Meskipun penampilan pada pertandingan ini bukan penentu resmi pemenang ROY, pemenang ROY 2 musim lalu, Tyreke Evans, dan finalis ROY musim lalu, John Wall, (yang harus tunduk kepada pemenang ROY Blake Griffin yang di draft setahun sebelumnya) juga meraih MVP pada pertandingan ini. Selama musim reguler paruh pertama, Irving bermain produktif dan efisien serta tenang dan terkendali layaknya pemain kawakan.

Perolehan usage rate diatas 25% dengan PER diatas 21 hanya berhasil dilakukan sebelumnya oleh pemain-pemain superstar antara lain Shaquille O’Neal, LeBron James, Tracy McGrady, Tim Duncan, Blake Griffin dan Michael Jordan. Apabila Kyrie berhasil mempertahankan angka-angka ini sepanjang musim, Kyrie akan menjadi pemain termuda untuk mencapai perolehan tersebut.  Bisa dikatakan, piala Rookie of the Year sudah hampir dibungkus rapi oleh Kyrie, terlebih jika dia mampu mempertahankan prestasinya sejauh ini.

Runner-up ROY :
Ricky Rubio, PG, Minnesota Timberwolves
Statistik: 11.3 ppg, 4.3 rpg, 8.4 apg, 2.4 spg, 0.2 bpg, 0.9 3pg, 0.375 FG%, 0.812 FT%, 3.4 topg, PER 15.7
Komentar:
Pada musim perdananya di NBA setelah di draft oleh Minnesota 2 tahun lalu, Rubio tampil sangat menakjubkan dengan kemahirannya sebagai playmaker kreatif nan efektif dan dengan penyesuaiannya terhadap permainan di NBA dalam waktu sangat singkat.  Baik dari sisi offense maupun defense secara individu, Rubio menunjukkan kemampuannya meraih assist dan steal sudah berada pada papan atas NBA.  Dari sisi mencetak angka, Rubio melebihi harapan dengan perolehan rata-rata 11.3 poin dan kemampuan mencetak hampir satu 3-angka setiap pertandingan.

Pendukung Rubio akan mengatakan bahwa Rubio adalah playmaker yang jauh lebih bagus dari Irving (8.4 vs. 5.1), namun angka tersebut sedikit menyesatkan. Irving memiliki tanggung jawab lebih tinggi sebagai playmaker sekaligus pencetak poin dibandingkan Rubio, terlihat dari persentase usage yang lebih tinggi (27.6 vs. 18.7) serta perolehan poin rata-rata lebih tinggi (18.1 vs. 11.3). Sebagai playmaker, statistik menunjukkan bahwa Irving lebih baik dari yang diperkirakan orang, ditinjau dari assist percentage, yaitu 33.6 dibandingkan dengan persentase 38.8 oleh Rubio, perbedaan yang tidak terlalu menonjol. 

Memang, keunggulan lain Rubio adalah rekor Timberwolves, yaitu 17-17 dibanding dengan rekor Cavs, yaitu 13-18 . Namun sejarah membuktikan bahwa piala ROY adalah piala hanya berdasarkan prestasi individu terlepas dari kesuksesan tim.  Sulit membayangkan Rubio dapat menyalip Kyrie menjadi ROY, tetapi menjadi rookie kedua terbaik sampai pada pertengahan musim adalah suatu prestasi tersendiri.

Kandidat ROY lainnya:
Kemba Walker, PG, Charlotte Bobcats
Statistik: 13.3 ppg, 3.8 rpg, 3.8 apg, 1.1 spg, 0.3 bpg, 1.3 3pg, 0.370 FG%, 0.800 FT%, 1.8 topg, PER 15.5
Komentar:
Pemain yang sempat dipasang sebagai starter oleh pelatih Paul Silas karena DJ Augustin mengalami cedera, cukup menawan di tahun pertamanya.  Sebagai starter, Kemba memperoleh rata-rata perolehan per game sebesar 15.3 point, 5 rebound, 4.1 assist dan hanya 2.1 turnover.  Kesempatan untuk menandingi Irving atau Rubio sebagai ROY tampaknya sulit karena ia telah kembali menjadi pemain cadangan untuk Bobcats.

MarShon Brooks, SG, New Jersey Nets
Statistik: 14.6 ppg, 4.3 rpg, 2.0 apg, 1.1 spg, 0.4 bpg, 1.3 3pg, 0.439 FG%, 0.770 FT%, 1.9 topg, PER 16.3
Komentar:
MarShon menunjukkan talenta yang cukup tinggi dan pada awal musim berpeluang menantang Kyrie sebagai ROY, namun sempat cedera sebanyak 10 game dan baru belakangan ini mulai memanas kembali.

Brandon Knight, PG, Detroit Pistons
Statistik: 12.8 ppg, 3.5 rpg, 3.5 apg, 0.7 spg, 0.1 bpg, 1.6 3pg, 0.413 FG%, 0.817 FT%, 2.6 topg, PER 11.9
Komentar:
Knight bermain cukup baik semenjak dipasang menjadi starter, namun jumlah assistnya yang rendah dengan turnover tinggi kurang bagus untuk ukuran seorang point guard.  Kemampuan Knight mencetak poin dan menembak 3-angka cukup bagus, namun efisiensinya masih dapat ditingkatkan.

Isaiah Thomas, PG, Sacramento Kings
Statistik: 8.8 ppg, 2.2 rpg, 2.9 apg, 0.6 spg, 0.1 bpg, 1.1 3pg, 0.413 FG%, 0.836 FT%, 1.3 topg, PER 16.9
Komentar:
Pemain yang bertinggi badan 5’9” (175 cm) ini belum lama dipasang sebagai starting point guard Kings selama 4 game. Thomas menggeser Tyreke Evans menjadi small forward, dan secara diam-diam langsung meraih statistik yang spektakuler: 19.5 ppg, 4.3 rpg, 6.5 apg dengan perolehan statistik eksklusif 50%, 40% dan 90% dalam FG%, 3pt% dan FT% selama menjadi starter. Pemain yang masuk dalam Klub 50-40-90 ini menunjukkan ketepatan luar biasa dalam memasukkan bola, seperti sebelumnya pernah dicapai sepanjang musim oleh Steve Nash, Dirk Nowitzki, Larry Bird, Mark Price dan Reggie Miller.



Sixth Man of the Year (Pemain Cadangan Terbaik)

James Harden, SG, Oklahoma City Thunder
Statistik: 31.7 mpg, 16.8 ppg, 4.1 rpg, 3.6 apg, 1.0 spg, 0.3 bpg, 1.7 3pg, 0.472 FG%, 0.859 FT%, 2.1 topg, PER 21.0
Komentar:
Selama 2 tahun terakhir banyak kalangan yang menilai bahwa pemain brewok ini sepantasnya menjadi starter di shooting guard menggantikan Thabo Sefolosha. Namun pelatih Scott Brooks tetap berserikeras mempertahankan Harden di bench Thunder, sehingga di musim reguler Harden hanya dipasang sebagai starter 7 kali selama karirnya. Skillnya yang beraneka ragam tanpa memiliki kelemahan yang mencolok membuatnya pantas sebagai pemain sixth man untuk Thunder dan pada tahun ini Harden sangat cemerlang memainkan peran tersebut.

Berbagai statistik, dasar maupun advanced, menunjukkan bahwa Harden adalah pemain cadangan papan atas di NBA sekarang, bak cetakan juara sixth man sebelumnya seperti Manu Ginobili dan Jason Terry. Dari sisi efektifitas dan volume produktifitasnya, cukup sulit membayangkan pemain cadangan lain mengejar kepiawaian Harden sebagai pemain cadangan terbaik di NBA sekarang.

Runner-up 6MOY :
Lou Williams, G, Philadelphia 76ers
Statistik: 26.5 mpg, 15.7 ppg, 2.3 rpg, 3.6 apg, 0.8 spg, 0.2 bpg, 1.4 3pg, 0.472 FG%, 0.859 FT%, 2.1 topg, PER 21.0
Komentar:
Pemain yang paling berpeluang mencuri piala sixth man dari Harden adalah Lou Williams.  Kesuksesan Sixers tahun ini tidak terlepas dari peran pemain benchnya, antara lain Thaddeus Young, Evan Turner dan Williams. Untuk Sixers, Williams memainkan peran closer atau “algojo”, dan bisa dikatakan dia adalah pemain terbaik dalam menjalankan peran ini, bahkan lebih baik dari superstar Kevin Durant. Statistiknya pada saat clutch adalah 55.9 poin per 48 menit, dengan persentase field goal 50.0%, free throw 89% dan hanya 2.0 turnover. Sayang sekali, karena pada umumnya pelatih Doug Collins memainkan sebanyak 8-10 pemain tiap game, Lou Williams hanya bermain 26.5 menit per game.

Peluang Lou Will memenangkan 6MOY akan lebih baik apabila ia dapat bermain lebih banyak lagi dibandingkan dengan Harden yang bermain hampir sama dengan rata-rata pemain yang menjadi starter yaitu 31.7 menit per game. Meskipun selisihnya hampir 5 menit, perolehan angka Lou Will hampir menyaingi Harden.  Perdebatan dapat memanas apabila pemilih 6MOY memperhatikan efektifitas Lou Will secara per menit dibandingkan dengan Harden dan juga bahwa dia pemain paling clutch di NBA, sebagaimana sudah ditunjukkan oleh statistik advanced.

Calon 6MOY lainnya :
Al Harrington, F, Denver Nuggets
Statistik: 27.3 mpg, 14.3 ppg, 6.1 rpg, 1.5 apg, 1.0 spg, 0.2 bpg, 1.4 3pg, 0.455 FG%, 0.664 FT%, 2.9 topg, PER 16.2
Komentar:
Denver Nuggets, yang tidak disangka termasuk tim terbaik di NBA pada paruh pertama musim, tidak memiliki pemain bintang terkemuka dan seperti halnya Sixers, serangan dilakukan oleh banyak pemain. Harrington adalah pemain yang secara eksklusif dipasang pelatih George Karl sebagai pencetak angka dari benchnya Nuggets dan ia cukup piawai dan konsisten dalam perannya ini.

Jason Terry, G, Dallas Mavericks
Statistik: 30.6 mpg, 14.8 ppg, 2.1 rpg, 3.8 apg, 1.2 spg, 0.1 bpg, 2.1 3pg, 0.431 FG%, 0.875 FT%, 2.1 topg, PER 16.4
Komentar:
Statistik mantan pemenang 6MOY yang berusia 34 tahun ini dari tahun ke tahun menunjukkan penurunan, namun tidak dipungkiri JET tetap adalah salah satu pemain cadangan terbaik di NBA saat ini.

Thaddeus Young, F, Philadelphia 76ers
Statistik: 27.8 mpg, 12.6 ppg, 4.6 rpg, 1.2 apg, 1.2 spg, 0.6 bpg, 0.0 3pg, 0.504 FG%, 0.757 FT%, 0.7 topg, PER 19.3
Komentar:
Rekan dari Lou Williams di benchnya Sixers ini semenjak kehadiran pelatih Doug Collins dipasang secara penuh sebagai pemain cadangan dan seringkali mengangkat permainan Sixers dengan kemampuannya mencetak angka secara efisiien dan defense-nya yang baik. Young juga cukup konsisten dan jarang melakukan turnover.

Mo Williams, G, Los Angeles Clippers
Statistik: 28.6 mpg, 13.5 ppg, 2.4 rpg, 3.3 apg, 1.0 spg, 0.2 bpg, 1.7 3pg, 0.433 FG%, 0.849 FT%, 1.9 topg, PER 16.0
Komentar:
Mo Will sangat diandalkan Lob City sebagai pencetak angka dari bench, namun ia panas-dingin dan tidak konsisten.



Most Improved Player (Pemain Paling Meningkat)

Jeremy Lin, PG, New York Knicks
Statistik: 14.4 ppg, 2.8 rpg, 5.8 apg, 1.5 spg, 0.1 bpg, 0.6 3pg, 0.471 FG%, 0.766 FT%, 3.6 topg, PER 22.9
Komentar:
Pada umumnya piala ini adalah piala paling kontroversial, penuh perdebatan dan sulit menebak sang pemenang karena banyak sekali pemain NBA yang secara individu bersinar lebih baik dibandingkan dengan musim-musim sebelumnya.  Umumnya peningkatan produktifitas ini terjadi karena peningkatan peran dan playing time pemain yang menjadi kandidat pemenang piala MIP.  Namun, sudah hampir terjamin penuh jika piala ini sudah dibungkus rapi oleh seorang Jeremy Lin, yang sepantasnya sudah tidak perlu diperkenalkan lagi ke khalayak semesta alam.

Selama Jeremy Lin dipasang sebagai starter di New York Knicks, perolehan angka per game antara lainnya 22.4 poin, 4 rebound dan 8.8 assist sangat membuat perolehan di tahun pertamanya terlihat amat kerdil, yaitu 2.6 poin, 1.2 rebound, 1.4 assist.  Sepertinya tidak akan ada yang complain kalau piala ini secepatnya saja diberikan kepada Linsanity.

Runner-up MIP :
James Harden, SG, Oklahoma City Thunder
Statistik: 16.8 ppg, 4.1 rpg, 3.6 apg, 1.0 spg, 0.3 bpg, 1.7 3pg, 0.472 FG%, 0.859 FT%, 2.1 topg, PER 21.0
Komentar:
Selain kandidat sixth man terbaik, Harden juga salah satu kandidat MIP terbaik sebelum munculnya Lin, dengan peningkatan statistik yang cukup tinggi dibandingkan dengan 2 tahun pertamanya.  

Ryan Anderson, PF, Orlando Magic
Statistik: 16.1 ppg, 7.3 rpg, 0.9 apg, 0.9 spg, 0.3 bpg, 2.9 3pg, 0.441 FG%, 0.837 FT%, 0.6 topg, PER 22.9
Komentar:
Sejajar dengan Harden, dari awal season Ryan Anderson menunjukkan peningkatan yang menakjubkan.  Berperan sebagai ancaman penembak tiga angka terbaik Orlando sebagai power forward, kombinasi inside-outside Dwight Howard dan Ryan Anderson serasi dan susah dihentikan.

Calon MIP lainnya :
Nikola Pekovic, C, Minnesota Timberwolves
Statistik: 16.1 ppg, 7.3 rpg, 0.9 apg, 0.9 spg, 0.3 bpg, 2.9 3pg, 0.441 FG%, 0.837 FT%, 0.6 topg, PER 22.4
Komentar:
Semenjak tanggal 24 Januari 2012, pemain asal Montenegro ini melonjak tinggi bagaikan Linsanity, dengan perolehan rata-rata 15.9 poin dan 9.9 rebound. Rick Adelman pun segera menggantikan Darko Milicic dengan Pekovic sebagai starting center.

Greg Monroe, C, Detroit Pistons
Statistik: 16.7 ppg, 9.8 rpg, 2.5 apg, 1.4 spg, 0.6 bpg, 0.0 3pg, 0.513 FG%, 0.774 FT%, 2.6 topg, PER 23.1
Komentar:
Pemain tahun kedua ini berkembang pesat dibanding tahun pertamanya dan hanya di usianya ke-21 sudah menjadi pemain terbaik Pistons. 


Defensive Player of the Year (Pemain Bertahan Terbaik)

Dwight Howard, C, Orlando Magic
Statistik: 15.3 rpg, 1.5 spg, 2.2 bpg, 3.1 fpg, DRtg 91.7
Komentar:
Dapat dikatakan, selama Dwight Howard masih mempertahankan atletismenya dan terus bermain, belum ada pemain yang menandingi impact-nya seorang Dwight dalam sisi pertahanan.  Dwight adalah pemain peringkat pertama dalam rebound per game, defensive rating dan defensive win shares berikut masuk kedalam 5 besar dalam block per game dan 20 besar dalam steal per game.  Sehingga, pemenang DPOY 3 tahun berturut-turut ini hampir dipastikan akan memenangkan piala DPOY keempatnya berturut-turut.

Runner-up DPOY:
Josh Smith, PF, Atlanta Hawks
Statistik: 9.6 rpg, 1.6 spg, 2.1 bpg, 2.5 fpg, DRtg 93.8
Komentar:
Musim ini kembali J-Smoove tidak terpilih menjadi All-Star meskipun kontribusi defense yang melengkapi offense-nya tahun ini lebih baik dari tahun sebelumnya.  Sebagai pemain nomor 2 dalam defensive win share, masuk kedalam 5 besar defensive rating dan block per game serta masuk kedalam 15 besar dalam rebound dan steal per game, Josh Smith pantas untuk diperhitungkan sebagai kandidat DPOY.

Andre Iguodala, SF, Philadelphia 76ers
Statistik: 6.4 rpg, 1.9 spg, 0.5 bpg, 1.5 fpg, DRtg 94.4
Komentar:
Sejarah menunjukkan sulitnya pemain yang bukan big man untuk memenangkan DPOY.  Namun banyak hal yang mendukung Iguodala sebagai salah satu pemain bertahan terbaik.  Pemain yang baru pertama kali terpilih menjadi All-Star ini masuk kedalam 3 besar defensive win shares, 5 besar defensive rating dan 5 besar steal per game.  Ditambahkan lagi, Iguodala mahir dalam mencuri bola tanpa melakukan pelanggaran.  Perolehan rata-rata steal sebesar 1.9 dengan hanya melakukan personal foul sebanyak 1.5 kali termasuk langka dalam sejarah NBA.  Prestasi ini hanya pernah dilakukan selama 9 kali dalam sejarah, terakhir kali oleh Allen Iverson pada tahun 2007-2008.  Sixers juga dapat dikatakan sebagai tim dengan defense terbaik di musim ini, dan Iguodala adalah pemain bertahan terbaiknya. 

Kandidat DPOY lainnya:
Joakim Noah, C, Chicago Bulls
Statistik: 9.9 rpg, 0.6 spg, 1.3 bpg, 2.6 fpg, DRtg 94.9
Komentar:
Defense Bulls termasuk salah satu yang terbaik dan Noah patut mendapat pujian dan pengakuan sebagai salah satu alasan utama kehebatan bertahannya Bulls. 

Serge Ibaka, Oklahoma City Thunder
Statistik: 7.7 rpg, 0.5 spg, 3.2 bpg, 2.7 fpg, DRtg 98
Komentar:
Oklahoma City Thunder juga termasuk salah satu tim yang memiliki defense yang terbaik.  Angka-angka defense Ibaka sebenarnya tidak terlalu spektakuler tetapi shotblocking-nya sangat dahsyat dan sampai paruh musim ini, tidak ada yang mendekati impact Ibaka dalam blocking. 


Keterangan Statistik
ppg = poin per game
rpg = rebound per game
apg = assist per game
spg = steal per game
bpg = block per game
3pg = 3 pointer per game
FG%= persentase field goal
FT%= persentase free throw
topg = turnover per game
fpg = personal foul per game
assist percentage = estimasi persentase dari field goal kawan satu tim yang merupakan hasil assist dari seorang pemain ketika sedang bermain di lapangan
defensive win share = estimasi peran seorang pemain dalam sisi defense terhadap kemenangan tim
DRtg (defensive rating) = jumlah poin yang dicetak oleh lawan pemain untuk setap 100 possession
player efficiency rating = rating performa keseluruhan seorang pemain dalam statistik per menit
usage rate = estimasi jumlah offensive play dari satu tim yang digunakan oleh seorang pemain ketika sedang bermain di lapangan
win share = estimasi peran seorang pemain terhadap kemenangan tim

No comments:

Post a Comment