Thursday, July 5, 2012

NBA Free Agency 2012:
Analisa Trade Steve Nash ke Lakers

By Rangga Sobiran, Keep It NBA contributor



Kemarin pagi diberitakan bahwa Steve Nash akan bergabung dengan Los Angeles Lakers setelah Phoenix Suns setuju untuk melakukan sign-and-trade deal. Dari trade ini Suns akan menerima 4 draft picks (menurut yahoo sports Suns akan memiliki hak draft pick pilihan pertama milik Lakers di tahun 2013 dan 2015; hak draft pick pilihan kedua milik Lakers di tahun 2014 dan 2015) serta trade exception, sebesar $8.9 juta, yang Lakers terima melalui trade Lamar Odom ke Dallas Mavericks tahun lalu.

Nash sendiri dipastikan akan menerima kontrak senilai $27 juta dengan masa kontrak 3 tahun; nilai kontrak yang bisa dibilang ‘bargain’ untuk jasa seorang Steve Nash mengingat seminggu sebelumnya Toronto Raptors berani memberikan penawaran sampai sebesar $36 juta dengan masa kontrak 3 tahun untuk membawa Nash pulang ke Kanada. Alasan Nash menolak tawaran uang yang 30 persen lebih banyak tentunya adalah kesempatan untuk meraih satu hal yang belum pernah dirasakannya, menjadi juara NBA.

Namun, pertanyaannya adalah, apakah Lakers benar-benar memiliki kesempatan untuk mengungguli Miami Heat dan Oklahoma City Thunder dengan masuknya Nash? Saya jujur bukan seseorang yang suka berspekulasi mengenai siapa yang akan menjadi juara NBA disaat seluruh tim masih berbenah dan musim kompetisi belum bergulir. Tetapi, saya ingin berbagi pendapat mengenai kira-kira impact seperti apa yang akan diberikan Steve Nash terhadap Lakers, kelebihan dan kekurangannya.

Friday, June 29, 2012

NBA Draft 2012:
Highlights NBA Draft 2012 Event

By Rangga Sobiran, Keep It NBA contributor


Untuk para NBA followers yang pagi ini tidak dapat menyaksikan siaran NBA Draft 2012, Keep It NBA akan share beberapa highlight (courtesy of NBA.com) dari event pagi ini. Untuk kenyamanan para NBA followers yang berdomisili di tanah air tercinta, highlights ini kami host di server lokal supaya streaming lebih cepat. Tapi kami ingatkan bahwa bagi yang sensitif bandwidth, video dibawah membutuhkan bandwidth yang besar.

NBA Draft 2012 Recap!


Thursday, June 28, 2012

Catatan NBA Draft 2012:
Shooting Guard Prospect Pilihan Keep It NBA

By Rangga Sobiran, Keep It NBA contributor



Bradley Beal
18 tahun; 6’5”; 202 lbs
Florida, Freshman
Stats: 14.8 ppg, 6.7 rpg, 1.4 spg, .445 FG, .339 3FG
Proyeksi posisi draft: Top 3
Komparasi pemain NBA:
Ben Gordon versi lebih besar

Anthony Davis kemungkinan besar akan menjadi draft pick nomor 1, tetapi sampai saat ini masih banyak perdebatan di antara para pengamat siapa yang akan muncul sebagai draft pick nomor 2? Salah satu pemain yang menjadi kandidat kuat adalah Bradley Beal, shooting guard bertubuh kokoh asal University of Florida.

Beal adalah shooting guard penuh potensi; di umurnya yang masih 19 tahun, Beal telah menunjukkan kedewasaan dalam mengambil keputusan dan etos kerja yang positif sebagaimana diceritakan oleh pelatih Florida, Billy Donovan, via Draftexpress.com. Walaupun rataan angka yang dicetak oleh Beal sepanjang musim terlihat biasa saja (14.8 ppg), para pengamat merasa cukup puas dengan basketball IQ dan “motor” yang didemonstrasikan oleh Beal baik itu dalam menyerang dan bertahan, dan gaya permainannya yang berorientasi kepada permainan tim. Salah satu bukti dari keunggulan etos kerja dan ‘motor’ yang dimiliki Beal adalah kemampuan mencuri rebound sampai 6.7 rebounds per game, statistik rebound yang luar biasa untuk pemain shooting guard dengan tinggi dibawah 6’6”. Kualitas intangible inilah yang memisahkan Beal dengan shooting guard prospek lainnya.

Walaupun masih banyak ruang bagi Beal untuk memperbaiki offensive skill yang dimilikinya, sejujurnya tidak banyak kelemahan yang dimiliki Beal. Saat ini Beal memang dinilai kurang konsisten saat harus mencetak angka dengan permainan isolation play, tetapi para pengamat percaya kelemahan ini bisa dilatih mengingat Beal menguasai teknik dasar bola basket seperti dribbling, passing dan shooting yang solid. Selain itu, Beal memiliki senjata lain seperti pergerakan tanpa bola menggunakan screen, kemampuan catch-and-shoot dan menyelesaikan transisi fast break dengan efisien.

Rumor seputar NBA mengatakan bahwa Washington Wizards dan Cleveland Cavaliers adalah dua tim yang sangat tertarik untuk mendapatkan jasa Beal. Kabarnya Charlotte Bobcats menawarkan kepada beberapa tim untuk menukar posisi draft pick nomor 2 yang mereka miliki dengan posisi lottery pick yang lebih rendah ditambah extra draft pick di akhir 1st round; dan Cavaliers adalah salah satu tim yang tertarik untuk memberikan hak draft pick nomor 4 dan 24 agar dapat naik ke posisi 2 dan mengamankan Beal dari ancaman Wizards yang kabarnya juga akan mengadopsi Beal apabila masih available di posisi ke 3. Alasannya kedua tim ini sangat tertarik dengan kemampuan Beal simple, Cavaliers dan Wizards adalah dua tim yang memiliki point guard berbakat dalam figur Kyrie Irving dan John Wall, dan Bradley Beal dengan kemampuannya mencetak angka tanpa harus mendominasi bola adalah partner yang cocok untuk kedua pemain tersebut.

Catatan NBA Draft 2012:
Point Guard Prospect Pilihan Keep It NBA

By Rangga Sobiran, Keep It NBA contributor


Damien Lilliard
21 tahun; 6’3” (190.5 cm); 189 lbs (85.7 kg)
Weber State, Junior
Stats: 24.5 ppg, 5.0 rpg, 4.0 apg, .467 FG, .409 3FG
Proyeksi posisi draft: Top 10
Komparasi pemain NBA: George Hill

Damien Lilliard adalah pemain yang draft stock-nya menanjak dengan pesat setelah performa yang dominan di tahun ke-4 bersama Weber State University; permainannya dianggap cukup baik oleh para pengamat untuk diposisikan sebagai point guard prospek nomor 1 di NBA Draft 2012.

Rataan angka 24.5 points per game menempatkan Lilliard di posisi ke-2 pencetak angka terbanyak di NCAA musim 2011-2012. Lilliard adalah PG bertipe scorer dan gaya permainannya mengingatkan banyak pengamat akan George Hill, point guard Indiana Pacers. Sama seperti Hill yang berasal dari universitas dengan program basket kurang populer (IUPUI), Lilliard juga bermain untuk universitas Weber State University yang program basket-nya cukup asing di telinga kebanyakan fans NBA; persaingan di Big Sky Conference, wilayah dimana Weber State University berkompetisi, juga tergolong lemah.

Tetapi Lilliard berhasil membuktikan bahwa dirinya tidak kalah dengan pemain-pemain dari program yang lebih populer saat melakukan workout gabungan di event the Draft Combine 2012. Selain kemampuan dalam mencetak angka, para pengamat juga menyukai ukuran fisik Lilliard (6’3”) yang di atas rata-rata kebanyakan point guard NBA (6’1”); dengan profil fisik ini, diharapkan Lilliard dapat memberikan perlawanan saat harus berhadapan dengan point guard top NBA tinggi-nya juga di atas rata-rata seperti Deron Williams, Russell Westbrook atau Derrick Rose.

Kelemahan Lilliard adalah kemampuan membaca lapangan dan passing yang biasa-biasa saja untuk ukuran point guard kelas NBA. Lilliard memang lebih cocok dimasukkan ke dalam kategori combo guard dibanding point guard. Bagi tim yang membutuhkan koordinator serangan seperti seorang Rajon Rondo atau Chris Paul, Lilliard bukanlah pilihan yang cocok; Lilliard akan lebih berharga apabila dia diberikan kebebasan untuk mencetak angka ketimbang harus menjadi distributor bola layaknya point guard klasik.

Tuesday, June 12, 2012

Catatan Playoff Keep It NBA:
NBA Finals 2012 Preview | Oklahoma City Thunder vs. Miami Heat

By Rangga Sobiran, Keep It NBA contributor



Berikut adalah catatan, preview, prediksi Keep It NBA mengenai apa yang dapat diharapkan pada pertandingan Final NBA 2012

Russell Westbrook, Thunder X-Factor

Walaupun keputusannya dalam mengatur serangan dan melepaskan tembakan sering menimbulkan pertanyaan, Westbrook memiliki potensi untuk kembali menjadi x-factor seperti saat Thunder melawan Los Angeles Lakers di babak semifinal wilayah. Alasannya, pertama, berbeda dengan saat melawan Spurs, dimana Westbrook harus mengatur energi dan stamina tidak hanya untuk mencetak angka, tetapi juga menjaga Tony Parker yang sangat berbahaya dalam menyerang. Pada match-up melawan Heat kemungkinan Westbrook akan diadu dengan Mario Chalmers, pemain yang lebih banyak mengandalkan spacing untuk melepaskan tembakan 3-point dibanding melakukan penetrasi seperti Parker. Dengan kata lain, stamina Westbrook akan lebih terjaga karena tidak perlu kerja extra keras dalam bertahan. Kedua, lemahnya pertahanan interior Heat akan mengundang banyak penetrasi dari Westbrook. Apabila Chris Bosh, Udonis Haslem, Joel Anthony terlambat melakukan rotasi pertahanan, siap-siap dihujani slam dunk oleh Westbrook atau mengalami foul trouble yang berakhir dengan banyak kesempatan Free Throw untuk Westbrook. Tetapi, gaya permainan agresif penuh emosi yang dimainkan Westbrook juga bagaikan pedang bermata dua; seperti yang kita saksikan saat Game 5 dan Game 6 melawan Spurs dimana keputusan buruk Westbrook sering membahayakan tim. Turnover dan missed shot Westbrook di babak ke-4 beberapa kali memberikan Spurs kesempatan mengejar ketinggalan. Menjaga ketenangan dan mengontrol emosi akan jadi tantangan yang paling berat bagi Westbrook.

Thunderous Defense: Sefolosha, Perkins and Ibaka

Sebelum series antara Thunder dan Spurs dimulai, saya memprediksikan Thunder akan kalah dari Spurs dalam 6 pertandingan. Alasan utamanya adalah buruknya penampilan Thabo Sefolosha sejak Playoffs babak pertama melawan Dallas Mavericks hingga babak semifinal wilayah melawan Lakers. Thunder praktis tidak memiliki perimeter defender mumpuni untuk meredam pergerakan bola dan tembakan jarak jauh Spurs. Tetapi performa permainan shooting guard asal Swiss ini berbalik 180 derajat pada Game 3 melawan Spurs; dan sejak saat itu performa Thunder terus meningkat terutama dari segi defense. Sefolosha mencuri bola rata-rata 2.5 kali per game sepanjang series melawan Spurs dan berhasil menekan pergerakan bola yang dilancarkan Spurs. Pada series melawan Heat ini, Sefolosha akan diandalkan untuk melakukan penjagaan man-to-man terhadap LeBron James atau Dwyane Wade secara bergantian tergantung situasi. Sefolosha akan dibantu oleh Serge Ibaka dan Kendrick Perkins yang akan membantu menutup jalur penetrasi James  dan Wade di bawah ring. Tandem Ibaka dan Perkins akan menjadi tandem interior defender tersulit yang akan James dan Wade hadapi sepanjang Playoffs; tandem ini lebih tangguh dalam menggalang pertahanan dibandingkan tandem Chandler - Stoudemire, Hibbert - West ataupun Garnett - Bass yang Heat pernah hadapi sebelumnya.

Chris Bosh, The Unsung Hero

Bosh yang baru saja pulih dari cedera otot perut akan menjadi pemain kunci untuk merusak pertahanan interior Thunder. Adalah kemampuan Bosh melesakkan tembakkan jarak jauh hingga garis 3-point yang akan menjadi kunci. Dengan kemampuan ini, Bosh memiliki peran penting yaitu untuk memaksa salah satu dari Perkins atau Ibaka untuk keluar dari area paint sehingga tercipta celah untuk James dan Wade untuk melakukan tusukkan ke dalam. Peran stretch pf inilah yang tidak dapat dijalankan dengan efektif oleh Pau Gasol (Lakers) dan Boris Diaw (Spurs) saat melawan Thunder. Selain itu Bosh juga diharapkan dapat meningkatkan kekuatan Heat dalam penyerangan di bawah ring. Walaupun sejak bergabung dengan Heat, Bosh lebih sering beroperasi di luar area paint setidaknya pemain yang mengawali karirnya di Toronto Raptors ini memiliki kemampuan mencetak angka melalui gerakan back-to-the basket yang lebih bisa diandalkan dibandingkan Haslem ataupun Anthony. Dengan adanya Bosh yang dapat bermain di dalam maupun di luar area paint, Heat akan mampu berbuat lebih banyak saat dipaksa bermain halfcourt offense; dimana saat melawan Boston Celtics, dengan absennya Bosh, terkadang terlihat kesulitan saat dipaksa bermain half-court offense bertempo pelan. Bosh memang tidak lebih hebat dari James atau Wade, tetapi Bosh mungkin adalah pemain paling penting yang dimiliki Heat. Mampu atau tidaknya Bosh menjalankan perannya sebagai inside-ouside threat akan sangat berpengaruh terhadap kemampuan Heat mengalahkan Thunder.

Clutch Warriors: Dwyane Wade vs James Harden

Gaya permainan kedua pemain ini memang berbeda, dimana Wade cenderung lebih banyak mengandalkan kemampuan atletik sedangkan Harden terkenal crafty, mengandalkan kecerdikan. Tetapi kedua pemain ini sebenarnya lebih banyak kesamaan dibandingkan perbedaan. Wade dan Harden adalah dua pemain unik yang sering terkesan sepi di awal pertandingan namun bisa berubah menjadi monster di akhir pertandingan. Kedua pemain ini juga memiliki reputasi sebagai clutch players dimana mereka mampu mencetak angka penting pada saat genting; seperti tembakkan 3-point Harden yang memastikan kemenangan Thunder atas Spurs di Game 5 babak final wilayah. Pertarungan 1-on-1 battle antara Wade dan Harden akan berlangsung seru; duel scoring yang tidak kalah heboh atau bahkan lebih heboh dari duel antara Ginobili dan Harden di babak final wilayah barat.

Game of Throne: LeBron James vs Kevin Durant

Ini adalah match-up NBA Finals yang paling ditunggu-tunggu; pertarungan antara dua pemain teratas untuk kategori pemain terbaik NBA musim 2011-12. Sepanjang Playoffs 2012 berlangsung, belum ada pemain yang dapat menghentikan ataupun menyaingi James; Carmelo Anthony, Danny Granger dan terakhir Paul Pierce tidak dapat berbuat banyak. Grafik permainan James terus menanjak terutama sejak series melawan Indiana Pacers di babak semifinal wilayah, dimana James sempat mencetak 40 points 18 rebounds 9 assists di Game 4, hingga mampu memimpin Heat untuk memenangkan series melawan Boston Celtics di babak final wilayah setelah tertinggal 3-2; tentu saja tidak bisa kita lupakan penampilan James pada Game 6 melawan Celtics dimana James berhasil mencetak 45 points 15 rebounds dengan persentase field goal 73 persen sekaligus menyamakan kembali kedudukan series menjadi 3-3.

Apakah Kevin Durant akan menjadi jawaban Thunder untuk menghentikan James? Jawabannya adalah tidak. Karena James memang tidak dapat dihentikan oleh pemain siapapun mengingat kelebihan yang dimiliki James dari segi kombinasi skill dan fisik yang jauh di atas rata-rata pemain NBA lain, termasuk Durant. Lalu apakah yang bisa dilakukan Durant? Pemain kelahiran Washington DC ini akan menekan James dengan cara memaksa James untuk bekerja keras untuk menghentikannya mencetak angka. Durant adalah pure scorer yang sulit dijaga; dengan tinggi 6’9” (lebih dekat ke 6’10”) dan wingspan yang lebar, Durant mampu menciptakan mismatch di posisi small forward hampir di setiap pertandingan. Seperti James, Durant juga belum menemukan pemain yang dapat memberikannya kesulitan dalam mencetak angka sepanjang Playoffs. Tetapi melawan Heat akan berbeda, karena James mungkin adalah satu-satunya pemain yang punya kemampuan untuk menjaga Durant secara 1-on-1 dengan efektif.

Pertanyaannya adalah, apakah James akan memiliki energi yang cukup untuk menjadi tumpuan serangan Heat secara full-time dan pada saat yang bersamaan berusaha untuk mematikan Durant? Usaha ini tidak akan berhasil apabila James tidak mendapat support yang cukup dari pemain Heat lain untuk mempermudah pekerjaannya. Kenyataannya sepanjang Playoffs tumpuan Heat terhadap James tidak semakin berkurang, tetapi malah semakin tinggi, Sebaliknya Durant, memiliki supporting cast yang sepanjang Playoffs telah membuktikan bahwa mereka mampu mengurangi beban yang harus dipikul Durant.

Prediction: Thunder 4 – Heat 2

Thunder bukanlah sebuah tim yang bisa dikalahkan dengan hanya mengandalkan King James seorang diri ataupun trio James, Wade dan Bosh. Dan Heat juga bukan tim yang dapat dikalahkan oleh Durant seorang diri ataupun trio Durant, Harden dan Westbrook saja. Kemenangan akan direbut oleh tim yang mampu memberikan lebih banyak dari setiap pemain yang ada di roster. Dan Thunder memiliki lebih banyak pemain yang dapat memberikan kontribusi kepada kemenangan; terbukti Ibaka, Perkins, Sefolosha, Derek Fisher sampai Nick Collison semua mampu menjadi penentu kemenangan di babak-babak sebelumnya, melebihi kontribusi yang diberikan oleh Mario Chalmers, Shane Battier, Udonis Haslem dan Joel Anthony. Prediksi saya Thunder akan keluar sebagai juara NBA 2012.

Monday, May 28, 2012

Playoffs 2012:
In With the New, Win With the Old

By Ichank Nasution, Keep It NBA contributor


Living legend Tim Duncan, left, showing encouragement
to rising second year shooting guard Danny Green, right.
The toughest challenge for championship-contending veteran teams with a core that has been together for years is to remain competitive year after year. Keeping the veteran core intact is often times the priority; yet winning is always the lone measurement of success.

Aging stars are faced with increasing mileage, declining athleticism, decreasing endurance, longer injury recovery time and eventual makeover of style of play to compensate. And that’s just internally. Nightly, they must compete against younger, more energetic and athletic players that can run faster and jump higher. Reliance on these veteran stars’ individual abilities must be lowered by default.

Acquiring new talent is the logical solution. However, at what cost? Adding quality talent means owners must open their pocketbooks. Meanwhile, league regulations in the form of the NBA salary cap and luxury tax discourages teams from going overboard with payroll. Often, the veteran star’s large salaries themselves create the inflexibility to acquire quality players. Additionally, the adverse effect of being perennial playoff teams is the inability to secure a high draft pick to add a young impact player.

Saturday, May 19, 2012

Indiana Pacers:
Pacing Back to Relevance

By Rangga Sobiran, Keep It NBA contributor



After successfully stealing away Game 2 of the Eastern Conference Semifinals from the Miami Heat, the Indiana Pacers followed it with another important Game 3 win at home Thursday night; pushing themselves ahead in this series 2-1 with home court advantage. Despite the Pacers’ impressive regular season which saw them booking the third best Win-Loss record in the Eastern Conference (42-24), good enough for fifth best in the league, no one picked them over their Central Division rival, the Chicago Bulls, and title favorite, the Heat, to make the Eastern Conference Final; especially considering how young and inexperienced the make up of the team is. A Derrick Rose and Chris Bosh injury later, people may be forced to change their opinion.

It has been an uplifting season for Pacers’ fans; but that might be an understatement considering how far this franchise have come along since what happened in 2004. Eight years ago, the Indiana Pacers was one of the best teams in the NBA after closing the 2003-2004 regular season with a league best 61-21 win-loss record; still the best in franchise history since its establishment in 1967 as a member of the old American Basketball Association (ABA). Despite being knocked out of the 2004 Eastern Conference Finals (4-2) by the eventual champion, the Detroit Pistons, Pacers fans then had every reason to be optimistic for their team’s ability to reach greater heights in the future.

Coached by Rick Carlisle, the 2002 Coach of the Year who won his first championship last year coaching the Dallas Mavericks, and boasting a core of talent consisting of approaching-prime yet still relatively young players such as All-Star forward/center Jermaine O’Neal (26); key member of San Antonio Spurs’ 2003 championship team, guard/forward Stephen Jackson (26); New York playground legend, point guard Jamaal Tinsley (26); the 2004 Defensive Player of the Year, All-Star forward Ron Artest (25) who last year legally changed his name to Metta World Peace; and Pacers legend, shooting guard Reggie Miller (39) to provide veteran leadership; the Pacers thought they had everything in place for immediate and future championship contention.

Friday, May 4, 2012

Catatan Playoff Keep It NBA:
First Round Preview | Los Angeles Clippers vs. Memphis Grizzlies

By Ichank Nasution, KeepItNBA contributor




Los Angeles Clippers


Overall W/L Record: 40 – 26
Rank #2 Pacific Division
Rank #4 Western Conference

Home W/L Record: 24 – 9
Away W/L Record: 16 – 17



Regular Season Team Stats
  • Points Per Game: 97.6 (Rank #14)
  • Field Goal Percentage: 0.455 (Rank #10)
  • 3-Point Made Per Game: 7.8 (Rank #4)
  • 3-Point Field Goal Percentage: 0.357 (Rank #12)
  • Free Throws Made Per Game: 18.2 (Rank #8)
  • Free Throws Percentage: 0.680 (Rank #29)
  • Opponents Points Per Game: 95.0 (Rank #13)
  • Opponents Field Goal Percentage: 0.447 (Rank #14)
  • Opponents 3-Point Made Per Game: 7.0 (Rank #26)
  • Opponents 3-Point Field Goal Percentage: 0.365 (Rank #27)
  • Opponents Free Throw Made Per Game: 19.0 (Rank #27)

Regular Season Team Leaders
  • Minutes Per Game: Chris Paul - 36.2 minutes
  • Points Per Game: Blake Griffin - 20.7 points
  • Rebounds Per Game: Blake Griffin - 10.9 rebounds
  • Assists Per Game: Chris Paul  - 9.1 assists
  • Blocks Per Game: DeAndre Jordan - 2.1 blocks
  • Steals Per Game: Chris Paul - 2.5 steals
  • Field Goal Percentage: Blake Griffin - 0.549
  • 3-Point Percentage: Mo Williams - 0.389

Notable Strength:

Los Angeles Clippers adalah tim yang mengandalkan tembakan jarak jauh terlihat dari jumlah tembakan 3-angka yang di-attempt (#5, 21.8 3-point field goal attempts), maupun yang berhasil dimasukkan (#5, 7.8 3-point field goal makes).  Diatur oleh point guard superstar Chris Paul, serangan Clippers terkontrol dan baik dalam mengendalikan turnover (#2 terkecil, 12.4 turnovers per game).  Dengan mengambil offensive rebound yang cukup banyak (#8, 12.1 offensive rebounds per game), Clippers banyak mendapatkan kesempatan mencetak angka melalui 2nd chance points.

Dalam pertahanan, Clippers mahir mencuri bola lawan (#5, 8.4 steals per game), dan jarang memberikan kesempatan lawan mengambil tembakan di lapangan (#1 terendah, 77.2 field goal attempts per game) dan memasukkan tembakan-tembakan tersebut (#5, 34.5 field goals made per game).

Notable Weakness:

Kelemahan utama Clippers adalah persentase tembakan free throw (#1 terburuk, .680 free throw percentage).  Lemahnya Blake Griffin dalam mengkonversi tembakan free throw (.521 free throw percentage) adalah faktor utama rendahnya persentase free throw Clippers.

Dari sisi bertahan, Clippers banyak memiliki kelemahan. Clippers banyak melakukan pelanggaran (#6 terbanyak, 21.2 fouls per game), yang mengakibatkan banyaknya jumlah free throw attempt untuk lawan (#4, 25.4 free throw attempts per game).  Clippers juga lemah dalam menjaga garis three point terlihat dari jumlah tembakan yang dilemparkan oleh lawan (#8, 19.1 three point attempts per game) dan dikonversikan (#5, 7.0 free throw attempts per game).

Memphis Grizzlies


Overall W/L Record: 41 – 25
Rank #2 Southwest Division
Rank #4 Western Conference

Home W/L Record: 26 – 7
Away W/L Record: 15 – 18



Regular Season Team Stats
  • Points Per Game: 95.0 (Rank #20)
  • Field Goal Percentage: 0.447 (Rank #16)
  • 3-Point Made Per Game: 4.2 (Rank #27)
  • 3-Point Field Goal Percentage: 0.326 (Rank #26)
  • Free Throw Made Per Game: 17.3 (Rank #10)
  • Free Throw Percentage: 0.759 (Rank #13)
  • Opponents Points Per Game: 93.0 (Rank #5)
  • Opponents Field Goal Percentage: 0.444 (Rank #11)
  • Opponents 3-Point Made Per Game: 6.3 (Rank #12)
  • Opponents 3-Point Field Goal Percentage: 0.345 (Rank #11)
  • Opponents Free Throw Made Per Game: 17.6 (Rank #21)

Regular Season Team Leaders
  • Minutes Per Game: Rudy Gay - 37.1 minutes
  • Points Per Game: Rudy Gay - 19.0 points
  • Rebounds Per Game: Marc Gasol - 8.9 rebounds
  • Assists Per Game: Mike Conley - 6.5 assists
  • Blocks Per Game: Marc Gasol - 1.9 blocks
  • Steals Per Game: Mike Conley - 2.2 steals
  • Field Goal Percentage: Marc Gasol - 0.482
  • 3-Point Percentage: Mike Conley - 0.377

Notable Strength:

Dalam segi bertahan, Grizzlies adalah tim yang paling berhasil memaksa tim lawan melakukan turnover (#1, 16.3 turnovers per game), salah satu alasannya adalah karena Grizzlies mahir mencuri bola lawan (#1, 9.6 steals per game). Selain itu, tim Grizzlies yang defensive minded ini banyak memblok tembakan lawan (#9, 5.2 blocks per game)

Grizzlies tidak punya banyak kelebihan yang menonjol dari sisi offense, namun melalui kemampuan merebut offensive rebound yang banyak (#6, 12.6 offensive rebounds per game) banyak mendapatkan kesempatan untuk second chance points.

Notable Weakness:

Kelemahan Grizzlies adalah dalam menembak jarak jauh, dilihat dari sedikitnya jumlah tembakan 3-angka yang berhasil dicetak (#27, 4.2 three-pointers per game) dan persentase 3-angka (#25, .363). Grizzlies juga kurang baik dalam sharing bola, terlihat dari jumlah assists secara tim yang rendah (#24, 19.6 assists per game).  Meskipun Grizzlies banyak mendapatkan offensive rebound, Grizzlies lemah dalam menjaga rebound sendiri (#26, 29.5 defensive rebounds per game).

Wednesday, May 2, 2012

Catatan Playoff Keep It NBA:
First Round Preview | Oklahoma City Thunder vs. Dallas Mavericks

By Ichank Nasution, KeepItNBA contributor




Oklahoma City Thunder


Overall W/L Record: 47 – 19
Rank #2 Pacific Division
Rank #5 Western Conference

Home W/L Record: 26 – 7
Away W/L Record: 21 – 12



Regular Season Team Stats
  • Points Per Game: 103.1 (Rank #3)
  • Field Goal Percentage: 0.471 (Rank #3)
  • 3-Point Made Per Game: 7.2 (Rank #10)
  • 3-Point Field Goal Percentage: 0.358 (Rank #11)
  • Free Throws Made Per Game: 21.3 (Rank #1)
  • Free Throws Percentage: 0.806 (Rank #1)
  • Opponents Points Per Game: 96.9 (Rank #17)
  • Opponents Field Goal Percentage: 0.427 (Rank #3)
  • Opponents 3-Point Made Per Game: 6.4 (Rank #14)
  • Opponents 3-Point Field Goal Percentage: 0.342 (Rank #9)
  • Opponents Free Throw Made Per Game: 17.7 (Rank #23)

Regular Season Team Leaders
  • Minutes Per Game: Russell Westbrook - 38.2 minutes
  • Points Per Game: Kevin Durant - 28.0 points
  • Rebounds Per Game: Kevin Durant - 8.0 rebounds
  • Assists Per Game: Russell Westbrook - 5.5 assists
  • Blocks Per Game: Serge Ibaka - 3.7 blocks
  • Steals Per Game: Russell Westbrook - 1.7 steals
  • Field Goal Percentage: Serge Ibaka - 0.535
  • 3-Point Percentage: James Harden - 0.390

Notable Strength:

Salah satu tim dengan rata-rata umur pemain termuda ini dapat dikatakan adalah tim paling atletis, explosive dan exciting di NBA saat ini.  Dengan memiliki dua diantara pencetak angka tertinggi di NBA, Kevin Durant dan Russell Westbrook, kemampuan mencetak angka (#3, 103.1 points per game) bukan masalah bagi Thunder, didukung oleh akurasi tembakan field goal tinggi (#3, .471 field goal percentage) serta frekuensi lemparan free throw terbanyak yang berhasil dimasukkan (#1, 21.3 free throw makes per game), di-attempt (#1, 26.4 free throw attempts per game) dan persentase tembakan free throw terbaik (#1, .806 free throw percentage).

Atletisme Thunder terlihat pula di sisi pertahanan, dengan jumlah blok terbanyak (#1, 8.2 blocks per game) dan tim yang piawai merebut rebound (#4, 43.7 total rebounds per game) dan kedua terbaik dalam defensive rebound (#2, 32.7 defensive rebounds per game).

Notable Weakness:

Meskipun Thunder adalah salah satu tim dengan offense terbaik, terdapat beberapa kelemahan crucial di sisi offense.  Salah satu kelemahan Thunder adalah kurang disiplin menjaga bola, dengan menghasilkan jumlah turnover terbanyak (#1, 16.0 turnovers per game).  Thunder juga terlalu mengandalkan scoring one-on-one, sehingga mencatat jumlah assist paling sedikit (#30, 18.6 assists per game).

Di sisi defense, Thunder tidak mengimbangi hilangnya posession karena turnover sendiri dengan mencuri bola lawan di sisi pertahanan.  Steals Thunder dibawah rata-rata (#16, 7.6 steals per game) dan Thunder kurang pandai menekan lawan untuk melakukan turnover (#19, 13.6 turnovers per game.)  Thunder juga termasuk tim yang melakukan banyak pelanggaran (#8, 20.5 fouls per game).


Dallas Mavericks


Overall W/L Record: 36 – 30
Rank #3 Southwest Division
Rank #7 Western Conference

Home W/L Record: 23 – 10
Away W/L Record: 13 – 20



Regular Season Team Stats
  • Points Per Game: 95.8 (Rank #19)
  • Field Goal Percentage: 0.443 (Rank #17)
  • 3-Point Made Per Game: 7.5 (Rank #7)
  • 3-Point Field Goal Percentage: 0.340 (Rank #20)
  • Free Throw Made Per Game: 15.6 (Rank #22)
  • Free Throw Percentage: 0.771 (Rank #10)
  • Opponents Points Per Game: 94.8 (Rank #13)
  • Opponents Field Goal Percentage: 0.435 (Rank #7)
  • Opponents 3-Point Made Per Game: 7.2 (Rank #28)
  • Opponents 3-Point Field Goal Percentage: 0.346 (Rank #12)
  • Opponents Free Throw Made Per Game: 16.6 (Rank #12)

Regular Season Team Leaders
  • Minutes Per Game: Dirk Nowitzki - 37.1 minutes
  • Points Per Game: Dirk Nowitzki - 21.7 points
  • Rebounds Per Game: Shawn Marion - 7.4 rebounds
  • Assists Per Game: Jason Kidd - 5.5 assists
  • Blocks Per Game: Brandan Wright - 1.3 blocks
  • Steals Per Game: Jason Kidd - 1.7 steals
  • Field Goal Percentage: Dirk Nowitzki - 0.457
  • 3-Point Percentage: Jason Terry - 0.378

Notable Strength:

Meskipun akurasi tembakannya dibawah rata-rata, Mavericks merupakan tim yang mengandalkan tembakan 3-angka (#7, 7.5 three point field goals per game) dalam offense-nya, dan memiliiki akurasi tembakan free throw yang bagus, (#9, .771 free throw percentage).

Dari sisi defense, Mavs termasuk yang mahir mencuri bola lawan (#4, 8.6 steals per game) dan menjaga defensive rebound (#3, 32.7 defensive rebounds per game).

Notable Weakness:

Selama musim reguler Dallas dapat dikatakan adalah tim dibawah rata-rata dari sisi offense, terlihat dari kemampuan mencetak angka (#19, 95.8 points per game), akurasi tembakan field goal yang rendah (#18, .443 field goal percentage) serta rendahnya frekuensi lemparan free throw yang berhasil dimasukkan (#23, 16.6 free throw makes per game) dan di-attempt (#26, 22.1 free throw attempts per game).  Kesempatan Mavs mendapatkan second chance points juga termasuk yang terburuk (#27, 11.0 offensive rebounds per game).

Dari sisi defense, kelemahan pada interior defense terlihat dari jumlah blok (#1 terburuk, 4.0 blocks per game) dan kelemahan perimeter defense terlihat dari tembakan 3-angka yang masuk (#3 terbanyak, 7.2 3-point makes per game) dan di attempt (#2 terbanyak, 20.7 3-point attempts per game) oleh lawan.

Monday, April 30, 2012

Catatan Playoff Keep It NBA:
First Round Preview | Los Angeles Lakers vs. Denver Nuggets

By Ichank Nasution, KeepItNBA contributor




Los Angeles Lakers


Overall W/L Record: 41 – 25
Rank #1 Pacific Division
Rank #3 Western Conference

Home W/L Record: 26 – 7
Away W/L Record: 15 – 18



Regular Season Team Stats
  • Points Per Game: 97.2 (Rank #15)
  • Field Goal Percentage: 0.457 (Rank #8)
  • 3-Point Made Per Game: 5.5 (Rank #23)
  • 3-Point Field Goal Percentage: 0.326 (Rank #25)
  • Free Throws Made Per Game: 18.2 (Rank #8)
  • Free Throws Percentage: 0.757 (Rank #16)
  • Opponents Points Per Game: 95.9 (Rank #15)
  • Opponents Field Goal Percentage: 0.437 (Rank #9)
  • Opponents 3-Point Made Per Game: 6.7 (Rank #24)
  • Opponents 3-Point Field Goal Percentage: 0.348 (Rank #14)
  • Opponents Free Throw Made Per Game: 13.7 (Rank #1)

Regular Season Team Leaders
  • Minutes Per Game: Kobe Bryant - 38.2 minutes
  • Points Per Game: Kobe Bryant - 27.9 points
  • Rebounds Per Game: Andrew Bynum - 11.8 rebounds
  • Assists Per Game:  Ramon Sessions  - 6.2 assists
  • Blocks Per Game: Andrew Bynum - 1.9 blocks
  • Steals Per Game: Kobe Bryant - 1.2 steals
  • Field Goal Percentage: Andrew Bynum - 0.558
  • 3-Point Percentage: Ramon Sessions - 0.486

Notable Strength:

Selama musim reguler, baik dari sisi offense maupun defense, Lakers tidak terlalu memiliki banyak kualitas yang menonjol. Lakers adalah tim dengan kemampuan rebounding yang baik; khususnya dalam kategori defensive rebounding (#1, 34.1 defensive rebounds per game) dan total rebound (#2, 46.2 total rebounds per game). Selain itu Lakers juga memiliki kualitas diatas rata-rata dalam persentase field goal (#8, .457 field goal percentage) dan mengoper bola (#7, assists per game). Terakhir Lakers juga cukup baik dalam mencari kesempatan melakukan free throw (#8, 18.2 free throw makes per game). Rekor menang-kalah Lakers di kandang termasuk yang terbaik di NBA (26-7).

Notable Weakness:

Kelemahan utama Lakers adalah bench scoring (#30, 21.3 bench points per game). Selain itu Lakers juga tidak memiliki kemampuan menembak 3-point yang bisa diandalkan (#23, 5.5 3-pointers per game; #26, .326 3-point field goal percentage).

Dalam kemampuan bertahan, Lakers menyandang predikit terburuk dalam melakukan tekanan terhadap tim lawan, terlihat dari jumlah steal (#1 terburuk, 5.9 steals per game) dan turnover lawan (#1 terburuk, 10.9 turnovers per game). Kekurangan ini merupakan salah satu alasan mengapa pasa musim ini Lakers mengalami kesulitan untuk memenangkan pertandingan tandang (15-18).


Denver Nuggets


Overall W/L Record: 38 – 28
Rank #2 Northwest Division
Rank #6 Western Conference

Home W/L Record: 20 – 13
Away W/L Record: 18 – 15



Regular Season Team Stats
  • Points Per Game: 104.1 (Rank #1)
  • Field Goal Percentage: 0.476 (Rank #2)
  • 3-Point Made Per Game: 6.6 (Rank #16)
  • 3-Point Field Goal Percentage: 0.332 (Rank #23)
  • Free Throw Made Per Game: 19.6 (Rank #3)
  • Free Throw Percentage: 0.735 (Rank #25)
  • Opponents Points Per Game: 101.2 (Rank #3)
  • Opponents Field Goal Percentage: 0.456 (Rank #24)
  • Opponents 3-Point Made Per Game: 8.7 (Rank #30)
  • Opponents 3-Point Field Goal Percentage: 0.384 (Rank #30)
  • Opponents Free Throw Made Per Game: 15.6 (Rank #7)

Regular Season Team Leaders
  • Minutes Per Game: Ty Lawson - 34.4 minutes
  • Points Per Game: Ty Lawson - 16.4 points
  • Rebounds Per Game: Kenneth Faried - 7.7 rebounds
  • Assists Per Game: Andre Miller - 6.7 assists
  • Blocks Per Game: JaVale McGee - 1.6 blocks
  • Steals Per Game: Ty Lawson - 1.3 steals
  • Field Goal Percentage: Ty Lawson - 0.488
  • 3-Point Percentage: Arron Afflalo - 0.398

Notable Strength:

Denver Nuggets adalah salah satu tim dengan kemampuan offense paling mantap dengan scoring average tertinggi (#1, 104.1 points per game), assist terbanyak (#1, 104.1 points per game) dan persentase field goal ke-2 tertinggi (#2, .476 field goal percentage).

Dari sisi bertahan, Nuggets cukup baik dalam melakukan rebounding (#8, 31.9 defensive rebounds per game dan #8, 43.1 defensive rebounds per game), dan mencuri bola (#9, 8.2 steals per game)

Notable Weakness:

Tim yang offense oriented ini tampaknya mengabaikan kualitas pertahanan jika dilihat dari jumlah poin lawan (#2 terbanyak, 101.2 points per game). Statistik juga menunjukkan 3-point defense hampir tidak diterapkan sama sekali (#1, 8.7 opponents 3-point per game; #1, 22.6 opponents 3-point attempts per game; #1, .383 opponents 3-point percentage).

Dalam melakukan serangan, kekurangan Nuggets yang paling menonjol adalah kecerobhan dalam menjaga ball possession (#6, 15.0 turnovers per game), kemampuan menembak 3-point yang kurang bagus (#24, .332 3-point percentage), kemampuan menembak free throw yang dibawah rata-rata (#25, 73.5 free-throw percentage) dan paling sering tembakannya diblok oleh lawan (#1 terbanyak, 6.7 blocks per game)

Sunday, April 29, 2012

Catatan Playoff Keep It NBA:
First Round Preview | San Antonio Spurs vs. Utah Jazz

By Ichank Nasution, KeepItNBA contributor




San Antonio Spurs


Overall W/L Record: 50 – 16
Rank #1 Southwest Division
Rank #1 Western Conference

Home W/L Record: 28 – 5
Away W/L Record: 22 – 11



Regular Season Team Stats
  • Points Per Game: 91.9 (Rank #26)
  • Field Goal Percentage: 0.478 (Rank #1)
  • 3-Point Made Per Game: 8.4 (Rank #2)
  • 3-Point Field Goal Percentage: 0.393 (Rank #1)
  • Free Throws Made Per Game: 16.2 (Rank #18)
  • Free Throws Percentage: 0.748 (Rank #19)
  • Opponents Points Per Game: 96.5 (Rank #16)
  • Opponents Field Goal Percentage: 0.452 (Rank #17)
  • Opponents 3-Point Made Per Game: 6.2 (Rank #9)
  • Opponents 3-Point Field Goal Percentage: 0.353 (Rank #19)
  • Opponents Free Throw Made Per Game: 14.1 (Rank #2)

Regular Season Team Leaders
  • Minutes Per Game: Tony Parker - 32.0 minutes
  • Points Per Game: Tony Parker - 18.3 points
  • Rebounds Per Game: Tim Duncan - 9.0 rebounds
  • Assists Per Game:  Tony Parker  - 7.7 assists
  • Blocks Per Game: Tim Duncan - 1.5 blocks
  • Steals Per Game: Stephen Jackson - 1.3 steals
  • Field Goal Percentage: DeJuan Blair - 0.534
  • 3-Point Percentage: Danny Green - 0.436

Notable Strength:

San Antonio Spurs dapat dikatakan memiliki offense yang paling mulus di NBA, dilihat dari persentase field goal (#1, .478 field goal percentage), jumlah poin (#2, 103.7 points per game), persentase 3-angka (#1, .393 3-point percentage), jumlah 3-angka (#2, 8.4 3-pointers per game), assist (#4, 23.2 assists per game) dan kedisiplinan menjaga bola (#3, 13.2 turnovers per game).

Pertahanan Spurs pandai menghindari pelanggaran (#10 terendah, 18.7 foul per game) terutama yang berakibat ke tembakan free throw (#2, 18.7 free throw attempt per game) oleh lawan.  Selain itu, lawan Spurs sulit menghasilkan assist (#5 terendah, 19.6 assists per game), steal (7.4 steals per game) dan offensive rebound (#3, 10.3 offensive rebound per game).

Baik bermain di kandang sendiri (#1 terbaik, 28-5) maupun di kandang lawan (#2 terbaik, 22-11), tidak ada kesulitan bagi tim yang mengakhiri musim reguler dengan kemenangan berturut-turut sebanyak 10 game ini.  Spurs hampir tak terkalahkan ketika leading pada halftime dengan rekor menang kalah 41-2, sebuah titik keberhasilan yang cukup crucial bila dibanding dengan rekor menang-kalah ketika trailing di halftime, yaitu 9-13.

Notable Weakness:

Kelemahan Spurs dari offense adalah di garis free throw, dengan persentase tembakan free throw yang relatif rendah (#20, .748 free throw percentage).  Tampaknya Spurs menyadari ini karena tidak terlalu banyak mencari peluang dari free throw (#17, 21.6 free throw attempts per game).

Kekurangan dari sisi atletisme tim Spurs secara keseluruhan terlihat dari minimnya jumlah offensive rebound (#27, 10.4 offensive rebounds per game), dan di dari sisi defense, kurangnya blok (#25, 4.4 blocks per game) dan steal (#20, 7.4 steals per game).


Utah Jazz


Overall W/L Record: 36 – 30
Rank #2 Southeast Division
Rank #8 Western Conference

Home W/L Record: 25 – 8
Away W/L Record: 11 – 22



Regular Season Team Stats
  • Points Per Game: 99.7 (Rank #4)
  • Field Goal Percentage: 0.456 (Rank #9)
  • 3-Point Made Per Game: 4.1 (Rank #28)
  • 3-Point Field Goal Percentage: 0.323 (Rank #27)
  • Free Throw Made Per Game: 19.1 (Rank #5)
  • Free Throw Percentage: 0.752 (Rank #17)
  • Opponents Points Per Game: 99.0 (Rank #8)
  • Opponents Field Goal Percentage: 0.453 (Rank #20)
  • Opponents 3-Point Made Per Game: 6.5 (Rank #18)
  • Opponents 3-Point Field Goal Percentage: 0.340 (Rank #8)
  • Opponents Free Throw Made Per Game: 19.7 (Rank #29)

Regular Season Team Leaders
  • Minutes Per Game: Al Jefferson - 34.0 minutes
  • Points Per Game: Al Jefferson - 19.2 points
  • Rebounds Per Game: Al Jefferson - 9.6 rebounds
  • Assists Per Game: Devin Harris - 5.0 assists
  • Blocks Per Game: Al Jefferson - 1.7 blocks
  • Steals Per Game: Paul Millsap - 1.8 steals
  • Field Goal Percentage: Derrick Favors - 0.499
  • 3-Point Percentage: Devin Harris - 0.362

Notable Strength:

Offense Utah Jazz adalah salah satu yang terbaik di NBA, dilihat dari jumlah poin (#4, 99.7 points per game), persentase field goal (#9, .456 field goal percentage), dan jumlah tembakan free throw (#5, 19.1 free throw makes per game).  Pada bulan April, offense Jazz semakin cemerlang, dimana perolehan rata-rata sebesar 103.7 points per game, menaruh Jazz pada tim pencetak angka terbaik ke-4.

Atletisme Jazz adalah salah satu yang terbaik di NBA terlihat dari jumlah offensive rebounds (#3, 13.1 offensive rebounds per game), total rebounds (#5, 44.2 total rebounds per game) dan blok (#4, 5.8 blocks per game) . Jazz juga cukup bagus dalam mencuri bola (#8, 8.3 steals per game).

Bermain di kandang, Jazz adalah salah satu tim paling dominan, dengan rekor menang-kalah 25-8.

Notable Weakness:

Kelemahan Jazz adalah kurangnya ancaman dari jarak jauh, jumlah tembakan 3-angka yang berhasil dicetak (#3 terendah, 4.1 3-angka per game) dan yang di attempt (#2 terendah, 12.8 per game) serta persentase 3-angka ke-4 terendah (.323).

Dari sisi bertahan, Jazz terlalu banyak melakukan pelanggaran (#2, 21.8 foul per game) sehingga memberikan easy points untuk lawan (#2 terbanyak, 19.7 free throw makes per game).
Jazz mengalami kesulitan ketika bermain di kandang lawan, dengan rekor menang - kalah 11-22.
Catatan Playoff Keep It NBA:
First Round Preview | Boston Celtics vs. Atlanta Hawks

By Rangga Sobiran, KeepItNBA contributor




Boston Celtics


Overall W/L Record: 39 – 27
Rank #1 Atlantic Division
Rank #4 Eastern Conference

Home W/L Record: 24 – 9
Away W/L Record: 15 – 18



Regular Season Team Stats
  • Points Per Game: 91.9 (Rank #26)
  • Field Goal Percentage: 0.469 (Rank #5)
  • 3-Point Made Per Game: 5.5 (Rank #21)
  • 3-Point Field Goal Percentage: 0.367 (Rank #7)
  • Free Throws Made Per Game: 15.4 (Rank #24)
  • Free Throws Percentage: 0.778 (Rank #5)
  • Opponents Points Per Game: 89.3 (Rank #2)
  • Opponents Field Goal Percentage: 0.419 (Rank #1)
  • Opponents 3-Point Made Per Game: 5.2 (Rank #2)
  • Opponents 3-Point Field Goal Percentage: 0.308 (Rank #1)
  • Opponents Free Throw Made Per Game: 17.2 (Rank #18)

Regular Season Team Leaders
  • Minutes Per Game: Rajon Rondo - 36.5 minutes
  • Points Per Game: Paul Pierce - 19.4 points
  • Rebounds Per Game: Kevin Garnett - 8.2 rebounds
  • Assists Per Game:  Rajon Rondo  - 11.7 assists
  • Blocks Per Game: Greg Stiemsma - 1.6 blocks
  • Steals Per Game: Rajon Rondo - 1.8 steals
  • Field Goal Percentage: Kevin Garnett - 0.503
  • 3-Point Percentage: Ray Allen - 0.453

Notable Strength:

Kualitas yang paling menonjol dari permainan Boston Celtics adalah defense; Celtics mengakhiri musim ini dengan Opposing Team Field Goal Percentage (.421) dan Opposing Team 3PT Field Goal Percentage (.308) terendah. Kedua statistik tersebut menunjukkan bahwa Celtics adalah tim terbaik dalam melakukan pressure defense dan mampu menekan persentase tembakan lawan hingga sangat rendah baik itu tembakan dua angka maupun tiga angka.

Notable Weakness:

Celtics adalah tim paling lemah dalam hal rebounding pada playoff tahun ini; Team Rebound Per Game (39.7), terendah di NBA, jauh dibawah Opposing Team Rebound Per Game (43.1), statistik ini berarti Celtics hampir selalu kalah beradu rebound. Dengan rataan angka offensive rebound terendah di NBA (7.7), Celtics juga kesulitan menciptakan second chance points.


Atlanta Hawks


Overall W/L Record: 40 – 26
Rank #2 Southeast Division
Rank #5 Eastern Conference

Home W/L Record: 23 – 10
Away W/L Record: 17 – 16



Regular Season Team Stats
  • Points Per Game: 96.6 (Rank #17)
  • Field Goal Percentage: 0.454 (Rank #11)
  • 3-Point Made Per Game: 7.5 (Rank #8)
  • 3-Point Field Goal Percentage: 0.370 (Rank #5)
  • Free Throw Made Per Game: 15.5 (Rank #23)
  • Free Throw Percentage: 0.740 (Rank #23)
  • Opponents Points Per Game: 93.2 (Rank #6)
  • Opponents Field Goal Percentage: 0.444 (Rank #13)
  • Opponents 3-Point Made Per Game: 5.9 (Rank #5)
  • Opponents 3-Point Field Goal Percentage: 0.344 (Rank #10)
  • Opponents Free Throw Made Per Game: 15.1 (Rank #4)

Regular Season Team Leaders
  • Minutes Per Game: Joe Johnson - 35.2 minutes
  • Points Per Game: Joe Johnson - 18.8 points
  • Rebounds Per Game: Josh Smith - 9.6 rebounds
  • Assists Per Game: Jeff Teague - 4.9 assists
  • Blocks Per Game: Josh Smith - 1.7 blocks
  • Steals Per Game: Jeff Teague - 1.6 steals
  • Field Goal Percentage: Jeff Teague - 0.477
  • 3-Point Percentage: Willie Green - 0.443

Notable Strength:

Atlanta Hawks banyak memenangkan pertandingan dengan small lineup yang menempatkan Joe Johnson di posisi small forward dan Josh Smith di posisi power forward dipasangkan dengan Kirk Hinrich pada posisi shooting guard dan Jeff Teague pada posisi point guard; kemampuan menembak 3-point (.371 3-point field goal percentage, peringkat 5 NBA), serta kecepatan dalam meng-convert defensive rebound menjadi fastbreak points (15 fastbreak points per game, peringkat 6 NBA) membuat small lineup yang dimainkan Atlanta Hawks sangat efektif.

Notable Weakness:

berita terakhir ada kemungkinan Al Horford akan kembali bergabung dengan tim untuk menghadapi playoff. Tetapi walaupun jadi bergabung, Horford kemungkinan belum seratus persen pulih dan hanya bisa diandalkan sekitar 20-25 menit per pertandingan. Tanpa Horford, kelemahan terbesar Hawks adalah kurangnya low post player yang mumpuni; Hawks hanya dapat menurunkan rotasi Zaza Pachulia, rookie Ivan Johnson, dan dua pemain veteran Jason Collins dan Erick Dampier. Rotasi ini tidak dapat diandalkan untuk mengungguli kebanyakan frountcourt rotation lawan saat Playoff.
Catatan Playoff Keep It NBA:
First Round Preview | Indiana Pacers vs. Orlando Magic

By Rangga Sobiran, KeepItNBA contributor




Indiana Pacers


Overall W/L Record: 46 – 24
Rank #2 Central Division
Rank #3 Eastern Conference

Home W/L Record: 23 – 10
Away W/L Record: 19 – 14



Regular Season Team Stats
  • Points Per Game: 97.7 (Rank #13)
  • Field Goal Percentage: 0.438 (Rank #24)
  • 3-Point Made Per Game: 5.9 (Rank #19)
  • 3-Point Field Goal Percentage: 0.368 (Rank #6)
  • Free Throws Made Per Game: 20.4 (Rank #2)
  • Free Throws Percentage: 0.783 (Rank #4)
  • Opponents Points Per Game: 94.4 (Rank #10)
  • Opponents Field Goal Percentage: 0.435 (Rank #6)
  • Opponents 3-Point Made Per Game: 6.7 (Rank #23)
  • Opponents 3-Point Field Goal Percentage: 0.351 (Rank #17)
  • Opponents Free Throw Made Per Game: 17.9 (Rank #24)

Regular Season Team Leaders
  • Minutes Per Game: Danny Granger - 33.1 minutes
  • Points Per Game: Danny Granger - 18.7 points
  • Rebounds Per Game: Roy Hibbert - 8.8 rebounds
  • Assists Per Game:  Darren Collison  - 4.8 assists
  • Blocks Per Game: Roy Hibbert - 2.0 blocks
  • Steals Per Game: Paul George - 1.6 steals
  • Field Goal Percentage: Roy Hibbert - 0.497
  • 3-Point Percentage: Paul George - 0.385

Notable Strength:

Salah satu keunggulan Indiana Pacers adalah akurasi tembakan free throw (#3 terbaik, .782).  Mereka menyadari ini (#2, 20.4 free throw make per game) dan agresif mencari kesempatan free throw (#2, 26.1 free throw attempt) dan menyerang pertahanan interior lawan (#4 terbanyak, 21.6 foul per game).  Selain itu, Pacers cukup disipin menjaga bola (#7, 13.2), dan menghindari steal dari lawan (#3 terendah, 6.6 steal per game), akurat menembak dari 3-angka (#6, .368) dan mendapatkan 2nd chance points (#6, 12.5 offensive rebound per game).

Pacers juga dikenal sebagai tim yang tangguh dalam pertahanan, dilihat dari persentase field goal lawan (#6 terendah, .435), jumlah blok (#9, 5.4 per game) dan jumlah total rebound (43.9 total rebound per game),

Notable Weakness:

Kelemahan utama Pacers adalah kurangnya playmaking dan sharing bola (#2 terburuk, 18.6 assist per game). Ketika Pacers dapat melebihi jumlah assist lawannya, rekor menang-kalah mereka dominan (26-1), sehingga kelemahan ini menjadi crucial.

Kelemahan lain Pacers adalah akurasi tembakan (#7 terburuk, .438 field goal percentage), tembakan di bawah ring (#2 terburuk, .580 field goal percentage at the rim) dan jumlah blok yang dilakukan oleh lawan (#4 terbanyak, 6.0 block per game).


Orlando Magic


Overall W/L Record: 37 – 29
Rank #3 Southeast Division
Rank #6 Eastern Conference

Home W/L Record: 21 – 12
Away W/L Record: 16 – 17



Regular Season Team Stats
  • Points Per Game: 94.2 (Rank #21)
  • Field Goal Percentage: 0.441 (Rank #21)
  • 3-Point Made Per Game: 10.2 (Rank #1)
  • 3-Point Field Goal Percentage: 0.375 (Rank #3)
  • Free Throw Made Per Game: 15.1 (Rank #28)
  • Free Throw Percentage: 0.660 (Rank #30)
  • Opponents Points Per Game: 93.4 (Rank #8)
  • Opponents Field Goal Percentage: 0.449 (Rank #15)
  • Opponents 3-Point Made Per Game: 6.3 (Rank #13)
  • Opponents 3-Point Field Goal Percentage: 0.347 (Rank #13)
  • Opponents Free Throw Made Per Game: 15.2 (Rank #5)

Regular Season Team Leaders
  • Minutes Per Game: Dwight Howard - 38.1 minutes
  • Points Per Game: Dwight Howard - 20.6 points
  • Rebounds Per Game: Dwight Howard - 14.5 rebounds
  • Assists Per Game: Jameer Nelson - 5.7 assists
  • Blocks Per Game: Dwight Howard - 2.2 blocks
  • Steals Per Game: Dwight Howard - 1.5 steals
  • Field Goal Percentage: Dwight Howard - 0.573
  • 3-Point Percentage: J.J. Reddick - 0.418

Notable Strength:

Orlando Magic adalah tim terbaik dalam urusan menembak 3-point; tim asuhan Stan Van Gundy ini bukan sekedar terbanyak dalam menembakkan 3-point saja, tapi pemain Magic mampu melesakkan tembakan-tembak 3-point dengan akurasi yang tinggi (Rank #1 3-point made per game; Rank #3 3-point field goal percentage). Kalau dilihat dari personnel yang dimiliki Magic, enam pemain Magic melepaskan tembakan 3-point di atas dua kali di setiap pertandingan dengan akurasi di atas .350 persen (persentase yang solid untuk tembakan 3-point): Ryan Anderson (2.7 3-point per game; .393 3-point percentage), Jason Richardson (1.9 3-point per game; .368 3-point percentage); Hedo Turkoglu (1.7 3-point per game; .353 3-point percentage); J.J. Reddick (1.7 3-point per game; .418 3-point percentage); Jameer Nelson (1.5 3-point per game; .377 3-point percentage); Quentin Richardson (0.9 3-point per game; .350 3-point percentage).

Notable Weakness:

Istilah yang tepat untuk mendeskripsikan gaya permainan Magic adalah, "They Live and Die by the Jumpers". Gaya permainan Magic yang terlalu mengandalkan tembakan 3-point sering menjadi boomerang saat pemain-pemain Magic tidak dapat menemukan ritme tembakan  sepanjang pertandingan. Long rebound yang dihasilkan pantulan tembakan 3-point yang gagal sering memicu serangan fast break dari lawan; tanpa Dwight Howard, long rebound ini akan sulit di kontrol. Lawan Magic akan berusaha melakukan pressure defense di garis perimeter untuk merusak ritme tembakan.

Yang paling terasa dari absennya Dwight Howard adalah lemahnya interior defense Magic. Selama ini perimeter defender Magic tidak perlu bekerja terlalu kerasa karena memiliki Howard yang mampu menghentikan penetrasi lawan. Tanpa Howard, Magic hanya dapat mengandalkan Ryan Anderson (0.4 blocks), Glen Davis (0.3 blocks) dan rookie Daniel Orton (0.6 blocks) untuk melakukan pertahanan di bawah ring; pemain-pemain yang lemah dalam pertahanan.

Saturday, April 28, 2012

Catatan Playoff Keep It NBA:
First Round Preview | Miami Heat vs. New York Knicks

By Rangga Sobiran, KeepItNBA contributor




Miami Heat


Overall W/L Record: 46 – 20
Rank #1 Southeast Division
Rank #2 Eastern Conference

Home W/L Record: 28 – 5
Away W/L Record: 18 – 15



Regular Season Team Stats
  • Points Per Game: 98.5 (Rank #7)
  • Field Goal Percentage: 0.469 (Rank #3)
  • 3-Point Made Per Game: 5.6 (Rank #20)
  • 3-Point Field Goal Percentage: 0.375 (Rank #10)
  • Free Throws Made Per Game: 18.8 (Rank #6)
  • Free Throws Percentage: 0.775 (Rank #7)
  • Opponents Points Per Game: 92.5 (Rank #4)
  • Opponents Field Goal Percentage: 0.434 (Rank #5)
  • Opponents 3-Point Made Per Game: 7.3 (Rank #29)
  • Opponents 3-Point Field Goal Percentage: 0.363 (Rank #25)
  • Opponents Free Throw Made Per Game: 16.0 (Rank #8)

Regular Season Team Leaders
  • Minutes Per Game: LeBron James - 37.3 minutes
  • Points Per Game: LeBron James - 27.2 points
  • Rebounds Per Game: LeBron James - 7.9 rebounds
  • Assists Per Game:  LeBron James  - 6.2 assists
  • Blocks Per Game: Joel Anthony - 1.3 blocks
  • Steals Per Game: LeBron James - 1.9 steals
  • Field Goal Percentage: LeBron James - 0.531
  • 3-Point Percentage: Mike Miller - 0.453

Notable Strength:

Dengan dua atlit dan finisher di ring terbaik di NBA yaitu LeBron James dan Dwyane Wade, Miami Heat adalah tim yang sangat berbahaya di open court dan sulit dibendung ketika melakukan penyerangan fast break.  Serangan seperti ini didukung oleh akurasi memasukkan bola (#4, .469 field goal percentage), kemampuan mencuri bola (#3, 8.9 steal per game) dan menciptakan turnover lawan (#3, 15.8 turnover per game). Selain itu, Heat termasuk tim papan atas dari segi defense dilihat dari perolehan angka musuh (#4 terendah, 92.5 poin per game), persentase field goal lawan (#5 terendah, .434) dan total rebound musuh (#1 terendah, 39.8 total rebound per game).

Dengan membungkus rekor ke-2 terbaik di wilayah timur, Heat dapat dengan baik memanfaatkan home court advantage di playoff karena rekor menang-kalah di home (28-5) yang terbaik di NBA, dan rekor kemenangan di home yang luar biasa ketika leading setelah halftime (22-1) dan leading setelah quarter ke-3 (24-1).

Notable Weakness:

Salah satu kelemahan terbesar Heat adalah offense diluar pemain Big-3 Heat (LeBron James, Dwyane Wade dan Chris Bosh) terutama perolehan dari benchnya yang hanya mencetak 24.6 poin per game, ke-4 terburuk di NBA.

Walaupun Heat adalah tim bertahan papan atas, kelemahannya adalah perimeter defense, dilihat dari jumlah tembakan 3-angka yang berhasil dicetak (#2 terbanyak, 7.3 3-point per game) dan yang di attempt (#4 terbanyak, 20.0 per game) oleh lawan serta persentase 3-angka lawan (#5 terburuk, .363).

Sebagai tim yang susah dikalahkan ketika bermain di kandang, Heat tidak memiliki rekor sebanding bermain di away (18-15), dan kurang berhasil mengejar kekalahan di road ketika trailing setelah halftime (8-13) dan trailing setelah quarter ke-3 (6-14). Disamping itu, Heat memasuki Playoff dengan permainan dibawah standar, dengan hanya mencetak 88.1 points per game selama 10 game menjelang Playoff, yaitu peringkat ke-3 terburuk di NBA selama 10 game terakhir.


New York Knicks


Overall W/L Record: 36 – 30
Rank #2 Atlantic Division
Rank #7 Eastern Conference

Home W/L Record: 22 – 11
Away W/L Record: 14 – 19



Regular Season Team Stats
  • Points Per Game: 97.9 (Rank #10)
  • Field Goal Percentage: 0.443 (Rank #19)
  • 3-Point Made Per Game: 7.8 (Rank #5)
  • 3-Point Field Goal Percentage: 0.336 (Rank #21)
  • Free Throw Made Per Game: 18.4 (Rank #7)
  • Free Throw Percentage: 0.741 (Rank #22)
  • Opponents Points Per Game: 89.4 (Rank #3)
  • Opponents Field Goal Percentage: 0.442 (Rank #10)
  • Opponents 3-Point Made Per Game: 6.7 (Rank #20)
  • Opponents 3-Point Field Goal Percentage: 0.359 (Rank #23)
  • Opponents Free Throw Made Per Game: 17.7 (Rank #22)

Regular Season Team Leaders
  • Minutes Per Game: Carmelo Anthony - 34.0 minutes
  • Points Per Game: Carmelo Anthony - 22.6 points
  • Rebounds Per Game: Tyson Chandler - 9.9 rebounds
  • Assists Per Game: Jeremy Lin - 6.2 assists
  • Blocks Per Game: Tyson Chandler - 1.4 blocks
  • Steals Per Game: Iman Shumpert - 1.7 steals
  • Field Goal Percentage: Tyson Chandler - 0.679
  • 3-Point Percentage: Steve Novak - 0.472

Notable Strength:

New York Knicks termasuk tim terbaik dalam menekan ballhandler lawan, sebagai tim ke-2 terbaik dalam mencuri bola (9.4 steal per game), ke-2 terbaik dalam menciptakan turnover (16.2 turnover per game) dan tidak memberikan kesempatan lawan melakukan assist (ke-2 terendah, 18.9 assist per game).

Salah satu senjata serangan terkuat Knicks adalah tembakan 3-angka, dengan mengambil sebanyak 23.3 tembakan, ke-2 terbanyak di NBA. Meskipun akurasi tembakan sepanjang musim tidak baik (#21, .336), setelah All Star Break, akurasi shooter Knicks termasuk yang terbaik (#4, .369) dan bahkan dalam 10 game menjelang playoffs, Knicks paling akurat dari 3-angka (.421). Meskipun banyak mengambil tembakan jarak jauh, Knicks juga adalah tim yang agresif menyerang pertahanan lawan (#2, 21.8 foul per game) dengan jumlah free throw make (#7, 18.4 per game) dan free throw attempt (#7, 24.8 per game) yang banyak. 

Serupa denga Heat, Knicks juga bermain cukup baik di kandangnya, Madison Square Garden, dengan rekor menang-kalah 22-11, terutama ketika leading setelah halftime (19-2) dan leading setelah quarter ke-3 (18-1).

Notable Weakness:

Salah satu kelemahan Knicks adalah kecenderungan bermain isolation offense, sehingga kurangnya ball movement.  Peringkat assist Knicks dibawah rata-rata (#18, 20.1 assist per game).  Kelemahan lain adalah kurangnya kedisiplinan menjaga bola (#2 terburuk, 15.3 turnover per game), shotblocking (#5 terburuk, 4.2 block per game), dan meskipun sering mengambil tembakan dari free throw, akurasi tembakan kurang bagus (#22, .741).

Kelemahan lain dari Knicks adalah saat bermain away, dengan rekor menang-kalah dibawah .500 (14-19) dan kurang berhasil mengejar kekalahan saat bertanding away ketika trailing setelah halftime (4-12) dan trailing setelah quarter ke-3 (3-16).
Catatan Playoff Keep It NBA:
First Round Preview | Chicago Bulls vs. Philadelphia 76ers

By Rangga Sobiran, KeepItNBA contributor




Chicago Bulls


Overall W/L Record: 50 – 16
Rank #1 Central Division
Rank #1 Eastern Conference

Home W/L Record: 26 – 7
Away W/L Record: 24 – 9



Regular Season Team Stats
  • Points Per Game: 96.3 (Rank #18)
  • Field Goal Percentage: 0.452 (Rank #12)
  • 3-Point Made Per Game: 6.7 (Rank #17)
  • 3-Point Field Goal Percentage: 0.375 (Rank #4)
  • Free Throws Made Per Game: 15.2 (Rank #27)
  • Free Throws Percentage: 0.722 (Rank #21)
  • Opponents Points Per Game: 88.2 (Rank #1)
  • Opponents Field Goal Percentage: 0.421 (Rank #2)
  • Opponents 3-Point Made Per Game: 4.6 (Rank #1)
  • Opponents 3-Point Field Goal Percentage: 0.325 (Rank #3)
  • Opponents Free Throw Made Per Game: 14.3 (Rank #3)

Regular Season Team Leaders
  • Minutes Per Game: Luol Deng - 39.2 minutes
  • Points Per Game: Derrick Rose - 21.9 points
  • Rebounds Per Game: Joakim Noah - 9.8 rebounds
  • Assists Per Game: Derrick Rose - 7.9 assists
  • Blocks Per Game: Joakim Noah - 1.4 blocks
  • Steals Per Game: Ronnie Brewer - 1.1 steals
  • Field Goal Percentage: Carlos Boozer - 0.532
  • 3-Point Percentage: Kyle Korver - 0.435

Notable Strength:

Tim asuhan pelatih defensive-minded Tom Thibodeau dapat dikatakan sebagai tim bertahan dan rebounding terbaik di NBA dengan statistik perolehan angka lawan paling rendah (88.2 points per game), persentase field goal lawan nomor dua terendah (.421), jumlah blok ke-3 terbanyak (5.9 per game), offensive rebound terbanyak (13.9 per game), total rebound terbanyak (46.7 per game), serta rebound differential (selisih rebound tim vs. rebound lawan) terbaik di NBA (6.7 rebound per game). Pertahanan perimeter Bulls juga dapat dikatakan yang terkuat didukung jumlah tembakan 3-angka paling sedikit, baik yang berhasil dicetak (4.6 3-angka per game) maupun yang di attempt (14.2 per game) oleh lawan serta persentase 3-angka lawan ke-3 terendah (.325).

Dari segi offense, Bulls termasuk tim yang terbaik dalam persentase tembakan 3-angka, (#4, .375), mengoper bola (#5, 23.1 assist per game) dan menjaga possession (#6, 13.4 turnover per game). Bulls juga merupakan tim dengan rekor kemenangan away terbaik di NBA (24-9), hal yang sangat mendukung apabila sewaktu-waktu mengalami kekalahan di pertandingan home dan harus mengejar ketinggalan di pertandingan away.

Notable Weakness:

Sebagai tim yang dikenal memiliki defense yang tangguh, satu kekurangan dari pertahanan Bulls adalah lemahnya mencuri bola (#24, 6.9 steal per game) dan jumlah turnover musuh yang tidak banyak (#3 terendah, 12.6 turnover per game).  Namun hal ini dapat dimengerti karena Thibodeau lebih menekankan kepada defense yang solid dan tidak gambling mencuri bola. Dari segi offense, kelemahan paling menonjol Bulls adalah tembakan free throw. Dengan persentase free throw ke-4 terendah (.722), Bulls sepertinya tidak agresif mencari easy points dari garis free throw didukung oleh jumlah free throw attempt yang tidak banyak (#7 terendah, 21.1 free throw attempt per game) dan free throw yang masuk (#4 terendah, 15.2 free throw make per game).

Philadelphia 76ers


Overall W/L Record: 35 – 31
Rank #3 Atlantic Division
Rank #8 Eastern Conference

Home W/L Record: 19 – 14
Away W/L Record: 16 – 17



Regular Season Team Stats
  • Points Per Game: 93.6 (Rank #1)
  • Field Goal Percentage: 0.448 (Rank #15)
  • 3-Point Made Per Game: 5.3 (Rank #24)
  • 3-Point Field Goal Percentage: 0.362 (Rank #8)
  • Free Throw Made Per Game: 13.5 (Rank #30)
  • Free Throw Percentage: 0.742 (Rank #22)
  • Opponents Points Per Game: 89.4 (Rank #3)
  • Opponents Field Goal Percentage: 0.427 (Rank #4)
  • Opponents 3-Point Made Per Game: 5.4 (Rank #3)
  • Opponents 3-Point Field Goal Percentage: 0.334 (Rank #6)
  • Opponents Free Throw Made Per Game: 15.4 (Rank #4)

Regular Season Team Leaders
  • Minutes Per Game: Andre Iguodala - 35.3 minutes
  • Points Per Game: Louis Williams - 14.9 points
  • Rebounds Per Game: Spencer Hawes - 7.3 rebounds
  • Assists Per Game: Andre Iguodala - 5.5 assists
  • Blocks Per Game: Elton Brand - 1.6 blocks
  • Steals Per Game: Andre Iguodala - 1.7 steals
  • Field Goal Percentage: Thaddeus Young - 0.507
  • 3-Point Percentage: Andre Iguodala - 0.394

Notable Strength:

Sixers adalah salah satu tim bertahan terbaik setelah Bulls, didukung perolehan angka musuh ke-3 terendah (89.4 poin per game) dan persentase field goal lawan ke-3 terendah (.427). Juga tidak jauh dibawah Bulls, pertahanan perimeter Sixers cukup kuat dilihat jumlah tembakan 3-angka yang berhasil dicetak (#3 terendah, 5.4 3-angka per game) dan yang di attempt (#2 terendah, 16.2 per game) oleh lawan serta persentase 3-angka lawan ke-6 terendah (.334).

Dari segi penyerangan, Sixers adalah tim yang sangat teliti dalam menjaga bola (10.7 turnover per game) dengan hampir 2 turnover per game lebih sedikit dari tim kedua terbaik dan jumlah steal lawan terkecil (5.9 steal per game).

Notable Weakness:

Berbeda dengan Bulls sebagai tim yang juga defensive-minded, Sixers kurang disiplin dalam mengontrol rebound lawan. Jumlah defensive rebound lawan Sixers ke-2 terbanyak (33.1 defensive rebound per game) dan total rebound ke-6 terbanyak (43.7 total rebound per game).

Pada sisi offense, fokus terhadap menjaga bola dan tidak melakukan turnover juga menjadikan Sixers suatu tim yang tidak agresif dalam melakukan penyerangan ke ring basket lawan. Dengan jumlah tembakan paling sedikit di wilayah ring (21.1 attempt per game), jumlah free throw attempt terburuk (18.2 free throw attempt per game) dan jumlah free throw masuk terburuk (13.5 free throw make per game) serta jumlah pelanggaran yang dilakukan lawan paling sedikit (16.2 foul per game), Sixers tidak dapat memperoleh easy points dari free throw line dan tidak menantang interior defense lawan.

Monday, April 9, 2012

Philadelphia 76ers' Dilemma:
Behind Sixers' Free Fall

By Rangga Sobiran, KeepItNBA contributor


Terjun bebas! Itulah kata-kata yang cocok untuk menggambarkan performa Philadelphia 76ers di penghujung musim 2011-2012 ini. Setelah memulai musim dengan predikat top 3 teams di wilayah timur dengan rekor menang-kalah 20-9, performa permainan Sixers berangsur-angsur menurun dan akibatnya Sixers harus menderita 17 kekalahan di 26 pertandingan terakhir. Tim yang pernah menjadi juara NBA tiga kali ini (1955 sebagai Syracuse Nationals, 1967 dan 1983) harus puas dengan rekor menang-kalah 29-27 setelah dikalahkan pemimpin divisi Atlantik, Boston Celtics, pagi ini.

Seberapa buruk kondisi Sixers terhadap kesempatan mereka untuk lolos ke babak playoff? Setelah New York Knicks berhasil memenangkan pertandingan melawan Chicago Bulls pagi ini, Knicks berhasil mendorong Sixers ke posisi ke-8 wilayah timur; posisi batas bawah untuk dapat tetap lolos ke babak playoff. Untuk mempertahankan posisi ke-8 wilayah timur, Sixers harus siap bersaing dengan Milwaukee Bucks yang hanya terpaut satu game di posisi ke-9 wilayah timur; Bucks yang performa permainannya sedang menanjak sejak shooting guard Monta Ellis bergabung via trade dengan Golden State Warriors saat trade deadline Maret lalu berhasil memenangkan 12 games dan hanya kalah 4 games sepanjang bulan Maret dan saat ini memiliki rekor menang-kalah 28-28. Dengan kata lain, Andre Iguodala dkk. terancam tidak lolos ke NBA playoff 2012.

Saturday, April 7, 2012

San Antonio Spurs Reloaded:
Spurs Memang Ngga Ada Abisnya!

By Rangga Sobiran, KeepItNBA contributor


Musim 1997-1998 Tim Duncan di draft 1st overall pick oleh San Antonio Spurs; pada musim yang sama Gregg Popovich mendapatkan kesempatan pertamanya menjadi full-time head coach, setelah menjadi interim head coach pada musim sebelumnya menggantikan Bob Hill yang dipecat di pertengahan musim 1996-1997. Di tahun pertama Spurs era Duncan-Popovich, dengan bantuan legenda Spurs, The Admiral, David Robinson dan Sean Elliot, Spurs berhasil memenangkan 56 games (.683 W-L%), cukup untuk menduduki posisi 5 di wilayah barat. Di musim berikutnya, 1998-1999, NBA mengalami Lockout, seperti yang terjadi di awal musim 2012 ini. Setelah Season NBA 1998-1999 bergulir kembali dengan pengurangan jumlah pertandingan menjadi 50 games, Spurs tidak saja berhasil mengakhiri musim dengan rekor menang-kalah overall terbaik di NBA, (37-13, .740 W-L%) , tapi sekaligus memenangkan gelar juara NBA pertama mereka.

Empat belas tahun kemudian, awal musim ini, NBA kembali mengalami Lockout. Nama-nama seperti David Robinson, Sean Elliot, Avery Johnson dan Vinny Del Negro sudah berubah menjadi Tony Parker, Manu Ginobilli, Stephen Jackson dan DeJuan Blair. Tetapi ada dua nama yang tidak pernah berubah, Tim Duncan dan Gregg Popovich; musim ini adalah tahun ke-15 era Duncan-Popovich, dan Spurs membuktikan bahwa dominasi tim yang berdomisili di negara bagian Texas ini belum berakhir.